Berjalan dari Dalam Hati

2012/09/29

first month


Nggak kerasa udah 1 bulan gue jadi mahasiswa. Udah ketemu tiap mata kuliah 4 kali. Ntar, kalau gue pribadi mungkin kurang. 4 minggu menyandang status mahasiswa membuat gue menyimpulkan satu hal, kuliah itu bĂȘte.

Yang gue pelajari selama 1 bulan ini adalah, kuliah itu lebih lama dari pada jam per mata kuliahnya. Yang masing masing Cuma 2 kali 45 menit, jadi berasa 2 tahun setengah abad. Nggak bisa ngebayangin kalau gue sampai 7 tahun kuliah, mungkin temen- temen gue udah ada yang punya cucu.


saking ngerasa lama banget kuliah, gue jadi sering nyukur kumis karena takut kelihatan tua. Makin hari semakin tua wajah temen- temen dikelas kalau gue liat. Para dosen udah keliatan nggak asing lagi, seolah kami udah serinng ketemu pada kehidupan sebelumnya.

Banyak hal menggelikan terjadi saat proses perkuliahan. Contohnya, kelas gue sukses ngebuat dosen ngambek dalam 2 kali pertemuan, dan pelakunya adalah hampir 50 persen dari jumlah total pria di kelas gue. Kami telat bareng.

sejauh ini absensi gue aman- aman aja. gue baru 2 kali nggak masuk. 1 di mata kuliah kewarganegaraan, dan 1 lagi di ilmu hubungan internasional. seenggaknya itu yang gue ingat. sisanya, mungkin hanya telat. Telatnya pun bervariasi. kadang 10 menit setelah jam kuliah dimulai, atau 15 menit setelah jam kuliah udah selesai.

sempat cinlok sama temen sekelas juga merupakan keindahan tersendiri buat gue. dan sekedar informasi, sampai sekarang gue masih suka. seperti yang kalian tau, cewek itu namanya F.A.W. nggak mudah untuk suka sama cewek lagi setelah lebih satu tahun ngejomblo, dan dia berhasil ngasih gue kesempatan buat ngerasain cinta lagi. cinta? Ntar, gue jadi sakit perut.

Pedekate gue ke dia berjalan mulus, perkembangan demi perkembangan gue jadikan catatan tersendiri di otak gue yang udah sempit karena kebanyakan huruf dan not balok. Yang awalnya terpesona karena dia duduk disebelah gue di hari pertama kuliah, sekarang udah berkembang menjadi ‘terpesona saat dia masuk kelas’. Yang kesimpulannya, gue nggak beranjak dari tahap awal. suram.

Anaknya cuek, khususnya sama gue. sama anak lain kayaknya enjoy aja. Apa karena gue nggak berani menyapa? Nggak.. pasti karena gue Cuma bisa membatu kalau ngeliat dia (kasih tau gue kalau kalimat tadi kayaknya mirip).

Tenang, gue udah usaha. salah satunya adalah minta nomor hp (bukan ke dia, tapi melewati temen) dan itu sukses membuat nomornya ter’save’ di hp gue. Kadang kami saling kirim pesan di twitter, kadang mentionan. dan semuanya masih dalam satu kata, ‘garing’. Kesannya itu kayak boker trus nggak ada air. Nggak banget kan.

satu- satunya hal yang bikin gue jadi gugup sendiri kalau ngeliat dia adalah, dia tau kalau gue suka sama dia. Mungkin bagi kebanyakan pria macho, kalau lawan jenis udah tau perasaan kita, maka itu akan memudahkan pedekate. Tapi beda dengan gue, justru itu yang menghambat. Bahkan untuk sekedar say ‘hello’ gue masih perlu banyak latihan.

Kita masih maba, baru kenal dan baru juga sebulan duduk di kelas yang sama. Jadi gue yakin aja akan ada momen yang pas untuk gue bisa ngobrol sama dia. Pas gue minjem duit buat beli baso misalnya?

Kembali lagi kerencana pedekate. gue belum nyusun rencana apa- apa. Karena apapun yang kita rencanakan, Tuhan lah yang menentukan. Bener kan? Makasih, nggak sia- sia gue masuk terus di mata kuliah Agama Islam.

Nggak Cuma gue yang cinlok, ternyata banyak banyak juga  yang merasakan hal seperti itu. salah satunya temen gue juga. dia cinlok sama cewek dikelas namun proses pedekatenya udah meningkat. dia juga yang mencari tau nomor hp F.A.W buat gue. sekilas memang keliatan gampang. Tapi gue masih bersyukur. dia juga ngenes walaupun nggak separah gue.

Lain dengan cinta, lain lagi dengan pertemanan. gue menemukan banyak temen yang ‘waras’ seperti gue. Kompak dalam hal apapun. Membeli dan membayar yang nggak sesuai misalnya? Atau kompak dalam mencemooh seseorang. Atau pas kami kompak banget buat bikin geer kakak tingkat yang ngondek abis. huuh.. banyak.

dikelas, mulai tebagi menjadi beberapa blok bagian. Ada yang selalu mengekor ke kating. gue dan ‘anggota’ gue menyebut mereka dengan ‘kelompok pintar’. Ada sosok ‘mamah papah’ yang duduknya selalu sebelahan di barisan paling depan. Ada sosok ‘trio macan’ yang selalu bertiga kalau dikelas (salah satunya F.A.W) dan beberapa blok wanita yang julukannya belum kami temukan.

Berbeda dengan kelompok gue. grup yang terdiri ¾ dari jumlah total pria yang ada dikelas ini merupakan kelompok yang paling absurd. seindah- indahnya F.A.W dimata gue, lebih indah lagi dapat banyak temen baru seperti mereka.

Ada teddy yang nasib cinloknya sama kayak gue (tapi agak mendingan lah), ada imam yang kalau dia ngomong nggak pernah serius, ada borris yang hampir gagal sunat karena sering ngejahilin nyokapnya, ada aldi yang temennya aneh semua (termasuk gue), dan beberapa temen lain yang seperti gue bilang tadi, semua ‘waras’ seperti gue.

salah satunya adalah mukti. sosok coklat abu- abu yang pernah gue ceritakan di postingan sebelumnya ini emang teman pertama gue dikelas. Perlahan nama kami berdua pun mulai mendunia di kelas. Nah, perbedaannya, kalau gue dikenal sebagai bos aneh anak- anak, mukti terkenal sebagai ‘maskot’.

gaya bicara ‘gaul’nya yang khas dengan logat jawa lampungnya, ditambah kata yang keluar dari mulutnnya itu biasanya ngasal dan nggak pernah diproses dulu diotak, sukses ngebuat gue dan anggota lain mengidolakan dia. Absurd banget deh. kalau lu ketemu dia, tipsnya Cuma satu, pura- pura nggak kenal.

seprti layaknya mahasiswa lain yang macho. gue mencoba untuk keren kalau kekampus. Berbagai fashion gue tampilkan kalau ke kelas (dan biasanya gagal).

diluar kampus, gue juga punya beberapa kegiatan mendasar. seperti project novel yang baru kelar 2 bab dari 15 bab rencana gue, juga recording acoustic cover yang akhir- akhir ini membuat gue maniak banget sama aplikasi mixer mp3 sehingga harus begadang terus di depan laptop, dan sibuk membalas komentar dan salam sapa warga malaysia di blog. Yowes… semua punya dunia sendiri.

Nah, baru juga sebulan. Masih banyak kejadian yang pasti lebih seru di kemudian hari. harapan gue, mudah- mudahan kelas gue ngadain acara ngumpul bareng diluar jam kampus. Karena kemaren sempat gagal. padahal gue pikir ada kesempatan buat lebih dekat dengan F.A.W. see you..



No comments:

Post a Comment

Eiits... jangan buru-buru exit dulu. Sebagai Pria Cakep Biasa, gue punya banyak cerita lain. Baca-baca yang lain juga ya... Terima kasih :)