Ini Ximin

Saturday, December 29, 2012

Kebiasaan Baru

Oke. Gue akan membeberkan sesuatu yang jelas- jelas sangat unyu. Gue.. anggota PKI! Dalam konteks ini, gue bukanlah orang kece yang hobi ngeden di lubang buaya. Gini, PKI adalah.. "Perantau Keren Indonesia." Ini adalah masa dimana semua kutil, dan berbagai macam jerawat yang dulu selalu mengintai kita di kampung, harus segera dimusnahkan.

Gue udah ngerasa keren karena berhasil menjadi salah satu member PKI. Apalagi sekarang, gue jadi punya beberapa kebiasaan baru. Ya, kebiasaan yang dulunya sangat gue "nggak pikirkan," sekarang malah jadi bagian dari hidup gue yang nista ini. Yuk,simak sedikit "perubahan besar" pada kebiasaan gue, semenjak jadi perantau;


1. Sering mandi

Siapa tadi, yang bilang kalau dulu, gue jarang mandi. Gue dulu juga sering mandi.. hujan. Nah, perubahan drastis ini mungkin di dasarkan pada pemikiran gue kalau di kota orang "kita harus ganteng!"

Hal lain yang bikin gue semangat mandi (selain untuk mendapat perhatian om- om gay), adalah.. kamar mandi kos gue, ber-shower! Oke, tadi siapa yang bilangin gue norak? Gue hanya senang aja, karena shower ini terletak di kamar mandi. Dirumah gue, shower terletak di jamban. Itulah.. perbedaannya.

Ah.. jadi keinget waktu awal- awal SMA dulu. Pertama kali gue mandi pake shower, gue teriak "Hujan!!! Nek!! Hujan!!" ironis.

*lalu nenek gue ngambil gayung*

2. Selalu memakai sepatu

Ini nih, yang bikin gue ngerasa keren. Tapi jangan salah paham dengan bagian ini, karena dibaliknya terdapat alasan yang rumit dan berbelit- belit.

Gue bukan orang tajir yang suka ngoleksi sepatu. Sepatu gue.. cuma satu. Alasan gue selalu memakai sepatu setiap saat (ya, boker pun kadang masih gue pakai), adalah.. karena gue nggak mampu beli sendal! Setiap gue berpikir untuk beli sendal, gue selalu diimbangi dengan pikiran "kalau gue beli sendal, jatah jajan gue bulan ini cukup buat apa dooong?????!!!"

Kasian. Karena itu, gue cuma mau ngingetin, kalau "dibalik kerennya seseorang, terdapat sebuah penderitaan!!" Walaupun ini.. cuma untuk gue.

3. Mendadak jantungan

Ini yang paling sering gue alami. Dan seolah sudah menjadi kegiatan rutin, gue takut harus mati dalam keadaan ngupil sambil telanjang.

Alasan dibalik kejantungan ini adalah.. wanita. Ya, bagi cowok keren yang masih digandrungi banyak asmara (yang nggak kesampean) kayak gue, ngeliat cewek cantik dijalan adalah sesuatu yang menyenangkan, memabukkan, dan.. menegangkan. Ya.. "tegang."

Gue seringkali syok berat kalau ngeliat cewek cantik. Apalagi, ini bukan dikampung halaman gue yang "rata- rata" berdandan ala syahrini. Disini gue menemukan banyak naturalisasi dandanan dari berbagai cewek. Indah.. gue kadang sering nyengir sendiri kalau lagi mengkhayal kapan bisa pake bedak biar cantik. Maksud gue.. kapan bisa dapet cewek cantik tanpa bedak.

Yang bikin jantung gue kadang harus menderita stroke berat adalah, kalau ngeliat cewek cantik jalan sama cowoknya yang.. "nggak ganteng." Ini penderitaan. Lebih sakit dari kenyataan kalau mantan pacar loe adalah penyuka sesama jenis. Ke-tidak-manusiawi-an yang ditunjukkan pada kasus ini bener- bener seperti iklan no drop terbaru. Ya, tukang cat sendirian ngerjain tembok hujan- hujan, sementara sang bule dan pasangannya lagi "saling menghujani" di kamar. HAM harus di tegakkan!

4. Parfum isi ulang

Ini bukan berarti gue memakai tabung Lpg buat mengharumkan tubuh. Sumpah demi laptop Om Roy Suryo, itu nggak bakalan terjadi.

Maksudnya, gue selalu memanfaatkan segala cara untuk membuat kewangian ini bertahan di badan atletis gue. Jadi, setiap kali gue maen ke kos temen, gue selalu membawa selembar (atau lima lembar) baju kesana. Pas liat di kamarnya ada parfum, gue langsung semprotin secara brutal ke baju gue lalu gue masukkin ke dalam palastik di dalam tas. Sip! Ini adalah cara kecil untuk berhemat.

Seenggaknya uang gue untuk beli parfum bisa dipake untuk ngemut makalah politik, atau demi sesuap bensin. Makanya, hal kecil itu perlu dikerjain terus- menerus, agar bisa jadi gede.

5. Menjauhi lagu galau

Ini yang paling penting. Buat yang ngerantau, sebaiknya mengurangi kebiasaan mendengar lagu galau. Karena menurut penelitian (gue), mendengar lagu galau bisa bikin kita dperesi dan pengin cepet pulang kampung. Karena biasanya.. bakal teringat sama mantan yang dikamung udah punya anak 2.

Kebiasaan ini udah gue alihkan menjadi mendengar lagu dangdut atau yang paling keren, lagu JKT48! Udah deh.. yang beum tau gue fans 48 family siapa sih. Alhamdulillah nenek gue dukung kalau suatu saat gue bisa nikah sama salah satu member-nya.

Dengarin lagu galau juga bisa bikin kita cepet boros. Pas lagi sendu akibat lagu itu, kita jadi pengin refreshing jalan- jalan keliling kota. Beli bensin lagi, boros lagi. Atau yang paling sering, kita jadi sering nangis sambil jilat tembok di bawah shower. Beli sampo lagi, boros lagi. Atau yang ekstrim, kita jadi ngebunuh pak rektor sehingga harus merantau ke LP. Nyogok polisi lagi, boros lagi.

6. Mengurangi jalan malam minggu

Ini sering gue lakukan. Nggak.. gue jomblo tapi elegan. Gue bukannya takut mati kena stroke di bagian kelamin hanya karena ngeliat orang pacaran di malam minggu. Tapi, ini semua demi menghemat pengeluaran. Ya.. pengeluaran hasrat untuk mencintai..


3 comments:

  1. Replies
    1. makasih bro.. kalo ada yg aneh- aneh, kritik aja (emang yg nggak aneh, ada?)

      hahaha

      Delete
  2. Perkenalkan, saya dari tim kumpulbagi. Saya ingin tau, apakah kiranya anda berencana untuk mengoleksi files menggunakan hosting yang baru?
    Jika ya, silahkan kunjungi website ini www.kbagi.com untuk info selengkapnya.

    Di sana anda bisa dengan bebas share dan mendowload foto-foto keluarga dan trip, music, video, filem dll dalam jumlah dan waktu yang tidak terbatas, setelah registrasi terlebih dahulu. Gratis :)

    ReplyDelete

Eiits... jangan buru-buru exit dulu. Sebagai Pria Cakep Biasa, gue punya banyak cerita lain. Baca-baca yang lain juga ya... Terima kasih :)