Ini Ximin

Friday, December 28, 2012

"TBU" ?

Bukan.. TBU disini bukan berarti "Tante Ber-make up Unyu," tapi merupakan akronim mengenaskan yang berarti, "Tidak Boleh Ujian." Gue sarankan, agar sedia minyak kayu putih sebelum baca tulisan ini. Takutnya ntar hidung loe bakal melar setelah mengetahui kenyataan kalau TBU loe banyak.

Jadi begini, gue ganteng. Jujur. Maksudnya, gue pergi ke kampus sekitar jam setengah sepuluh. Setelah pulkam kemarin, mental gue buat melintasi area kampus udah cukup terasah. Sumpah demi bubur Haji Sulam, gue sudah ngerasa nyaman kalau kekampus (tentunya nggak untuk belajar).

Gue menuju rektorat. Pertama kalinya gue menginjakkan kaki disini, kesannya adem banget. Gue jadi berpikir pengin pindah kos disini. Tujuan mulia gue, tentu aja.. bikin KTM. Bukan.. itu bukan akronim dari "Kelamin Tidak Memadai," tapi.. "Kartu Tanda Mahasiswa."


Gue sempat jatuh bangun dalam proses pembuatan KTM kali ini. Alasannya simpel, karena gue ini Maba, dan keteledoran seperti menghilangkan KTM di semster awal kayak begini, jelas aja bikin bapak yang tugas di bagian statistik akademik pusing 7 keliling. Nggak, bapaknya nggak sampe 7 kali keliling Indonesia. Entahlah.

Selesai dengan semua kesuraman di rektorat, gue melangkahkan kaki menuju dekanat. Disana ketemu temen- temen gahol gue yang rasanya udah seminggu nggak ketemu mereka. Banyak perubahan. Seperti jadiannya Teddy dan Sinta (gue agak iri dengan ini), naiknya berat badan temen gue (dari 95 jadi 100 kg), dan mulai panjangnya rambut temen gue yang dulunya botak. Keren.

Gue memasuki bagian akademik. Ternyata rame, dimana dalam kondisi ini, ramainya melebihi kata "badai." gue yakin kalau gue buka usaha asongan disana, pasti laku keras. Saat itu, AC seolah nggak berfungsi lagi. Gue liat mulai banyak yang lari- lari telanjang di lobby.

Gue ngantri dengan sabar, sambil sesekali nge-grepe cewek (<ini bohong). Gue bareng temen gue Si Berat Badan 100 kg. Suer, body-nya imut abiss. Habis imutnya. Sesekali gue mendengar beberapa mamalia disini berteriak "Yeeey.. nggak ada TBU!!" atau "Yah.. satu matkul, nih, TBU."

TBU? apa itu? Tante- tante Ber- make up Unyu? pikir gue, nggak ngerti.

"TBU itu, apa ya?" Tanya gue, ke Si Berat Badan 100 kg.

"Ohh.. itu maksudnya Tentu Boleh Ujian, Ziz" kata dia, sok paham.

"Hmm.." gue mengangguk. "Tapi tuh, kok banyak yang seneng nggak dapet TBU?"

"Males ujian, kali.."

Gue manggut- manggut. Sampai akhirnya nama gue dipanggil. Lucunya, TBU gue ada 4 mata kuliah, dari 8. Gue sempat kena omelan sang bapak petugas bagian akademik. Gue nggak ngerti kenapa, tapi ya udah lah.. seenggaknya gue boleh ikut ujian.

Gue amati kartu ujian itu. TBU. Ini kok matkul yang dapet TBU malah di coret, pikir gue. Usut punya usut, gue baru tau kabar, kalau TBU itu adalah "Tidak Boleh Ujian." Kampret! Gue udah berharap dapet TBU banyak, ternyata itu merupakan sesuatu yang nista.

Yaa.. saat itu gue kena PHP sederhana dari Si Berat Badan 100 kg. Gue pikir TBU itu baik, ternyata mengenaskan. Dilog bodoh tadi persis seperti contoh PHP sederhana berikut ini;

*Di warung mie ayam*

Penjual: "Mau pesen minum apa, mas?"

Pembeli: "Adanya apa, aja, mas?"

Penjual: "Es teh, aja.. mas"

Pembeli: "..."

Yah, PHP sederhana sering terjadi di warung mie ayam. Saat kita udah ngebayangin minuman yang enak- enak saat di tanya "mau minum apa?" Ternyata yang di sediain cuma es teh. Terus buat apa nanya???!!! bikin langsung aja kaleeee.

Oke. Gue nggak tau apa hubungannya TBU, dengan warung mie ayam. Tapi yang jelas, semakin banyak TBU yang loe dapat, maka semakin besar juga kesempatan untuk mengulang di tahun selanjutnya. Nggak apa, seperti kata bijak dari Mapala idola gue, bang Alitt, "kuliah itu.. ambil hikmahnya.."

Oh, iya. Saat tingkat TBU loe banyak, itu juga berimbas pada tingkat kebengisan ortu loe untuk ngirimin duit. Kesimpulannya, loe bakal makin jarang makan mie ayam!

Sekian. Terima Kiriman Duit.

1 comment:

Eiits... jangan buru-buru exit dulu. Sebagai Pria Cakep Biasa, gue punya banyak cerita lain. Baca-baca yang lain juga ya... Terima kasih :)