Uhuk! Judulnya memang berkesan FTV banget. Gue pernah beberapa kali menonton FTV yang mempunyai judul serupa, seperti : Gadis Manis Penjual Galon, Pacarku Sopir Angkot, Cinta dan Nasi Jagung. Malah, ada yang paling aneh : Gadis Penjual Nasi Angkot yang Bawa-bawa Galon. Oke, untuk yang terakhir memang karangan gue sendiri.


            Hello, hehehe. Dua hari belakangan ini kayak gue jarang memberi makan blog ini. Maklum, akhir-akhir ini banyak urusan karena persiapan berkas-berkas imut ala mahasiswa, untuk menuju ke semester dua. Capek? Pasti.

            Hmm … untuk memulai kegiatan blogging lagi, gue akan membukanya dengan sebuah cerita fiksi romantis yang gue buat dengan banyaknya tumpahan air mata dan tetesan kopi mocca. Huehuehue … yuk, disimak

Malam Terakhir

Nama gadis ini, Stella. Dia pacar ku. Entah apa yang membuat ku bangga akan kenyataan bahwa aku bisa memilikinya. Walaupun baru berjalan satu minggu, aku sangat bahagia karena dia menerimaku sebagai ‘pacar’ yang benar-benar dianggap. Mungkin karena selama ini aku selalu gagal dalam masalah asmara, makanya aku bisa sesenang ini.



*Lagu Kangen Band terdengar dari kejauhan*

Oke, gue juga tidak tahu kenapa pembukaannya harus pakai lagu-lagu Kangen Band. Tapi ... itu cukup mewakilkan pertanyaan gue di posting-an ini : “kalian tidak kangen gue?”

Wahahaha..

Kemarin gue tidak ada mem-posting apa-apa, ya, walaupun pas gue cek-cek G+ dan traffic blog, masih ada saja yang berkunjung (ge’er). Nah, masa’ sehari gue tidak posting, loe semua tidak kangen? *ketawa dengan nada GUE ARTIS*

Hm ... gue mau sedikit bercerita saja, kalau seharian kemarin gue tidak posting karena memang tidak sempat. Iya ... gue sekarang orang sibuk : sibuk tidur, sibuk kelaparan, dan sibuk mengisi galon. Karena kesibukan-kesibukan kecil itulah, gue jadi tidak sempat nulis. Oke ... gue tahu kalau kesibukan gue itu sebenarnya tidak penting.


Tadi malam gue baru saja mem-posting Fanfic ‘For Stella’ Part 24. Lagi-lagi banyak respon bagus. Namun, entah kenapa pintu hati gue terketuk ketika mendapat sebuah email dari pembaca blog. “Apa benar tokoh ‘para cowok’ di Fanfic ‘For Stella’ itu ada? Kalau benar ada, kasih bocoran, dong,” kata orang tersebut di pesan email-nya.

Nah, untuk yang satu ini, gue akan menjawab : IYA, MEREKA ITU NYATA DAN BERNAFAS. Gue beri tahu, deh. Berhubung Fanfic ini sudah menginjak puluhan episode, kalian perlu tahu juga nih sepertinya, siapa ‘sosok asli’ di balik tokoh-tokoh cowok di Fanfic ini. Mereka … teman-teman gue yang ikhlas dan mungkin agak khilaf untuk minta masuk di cerita ini. Huehuehue.

Bagaimana, sih, rupa asli mereka?

Oke, sabar, karena gue akan ‘membeberkan’ semua identitas dan aib mereka di sini. By the way, mereka ini sohib-sohib gaul gue, jadi gue pasti akan mengurangi aib yang tidak perlu. Hahahaha. Intinya, inilah mereka ... dalam Fanfic ini!

Check this out!



‘For Stella’ adalah cerita fiksi bersambung dengan genre “komedi-romantis”. Penulis, Aziz Ramlie Adam, adalah seorang fans salah satu member JKT48 yang bernama Stella Cornelia. Berkat integritasnya dalam mengidolakan idol group yang satu ini, maka melahirkan inspirasi tersendiri untuk menghasilkan Fanfic for Idol ini.

Episode sebelumnya (part 23) : “Setelah semalam mengadakan acara ulang tahun mendadak, Aziz dan kawan-kawan pergi berlibur ke suatu pulau pribadi milik seorang teman, bernama Didit. Namun, alangkah terganggunya weekend mereka sesaat setelah Cindy … menghilang secara tiba-tiba”. Selengkapnya bisa baca DISINI.

Berikut adalah episode terbaru (part 24), happy reading, guys!



“Iya.. Saya sudah lebih 30 tahun mengoleksi semua ini”

“Hm.. apa bisa diperkirakan, hobi anda ini sudah menghabiskan berapa banyak biaya, Pak?”

“Wah.. saya juga kurang ingat..”

“Bisa mencapai ratusan juta ya, Pak..”

“Hehe.. mungkin juga..”

“Saya jadi jatuh cinta sama Bapak..”

“Udah berapa lama nge-jomblo, Dek?”

Oke, cuplikan pembicaraan di atas emang punya ending yang ringsek. Tapi itu adalah petikan dialog antara seorang reporter dan narasumber yang punya hobi mengoleksi Keris. Ini nyata, loh, gue nonton di tipi beberapa minggu yang lalu (kecuali ending ‘jomblo’-nya).

Gue sempat kepikiran, para kolektor ini keren-keren, ya. Gimana nggak, mereka adalah sosok kece yang bersedia menghamburkan duit demi kepuasan batin. Keren, kan?


(Pekerjaan mudah : 'nyikat laptop pake Harpic')

Artikel menarik nih, saat gue blogwalking dan ‘nyasar’, eeh.. malah dapet blog bagus. Hehehe.. ini penting (kayaknya) deh. Okeee.. disedoot..
**
Banyak orang bilang tidak ada perkerjaan yang mudah secara objektif untuk dikerjakan. tapi ternyata hal itu salah, mari kita simak artikel wahw33d tentang Pekerjaan Paling Mudah di Dunia di bawah ini:

Tukang Tidur Profesional
Qunar, sebuah situs perjalanan China, mempekerjakan tiga orang untuk menguji kenyamanan tidur, kekuatan sinyal wi-fi, kelembutan sandal, dan layanan kamar pada hotel-hotel ternama di seluruh negeri. Sementara itu, Travelodge mempekerjakan seorang ahli tempat tidur untuk tidur di semua kamar jaringan hotel nasional dan menguji kualitas dari setiap kasur. Pada tahun 2006, pria tersebut mendapatkan penghasilan besar. Diperkirakan secara umum dia mendapatkan 1.500 dolar Amerika (sekitar Rp 13,74 juta) per bulan.

*Komentar gue : “Gilaa… ini lebih enak dari pekerjaan apapun. Kalau gue bisa dapet kerjaan begini, gue yakin bakal berenti kuliah dan pindah kost ke Istana Merdeka”.



“Jadi anak kost itu indah. Kita bisa menghambur upil dengan hanya terfokus pada satu ruangan kecil, tanpa perlu memikirkan untuk bersih-bersih ruangan lain” – Aziz Ramlie Adam, Pejuang cinta dan anak kost yang populer.


Nah, siapa kira kalau gue ini udah puluhan tahun ngekost? Nggak.. gue baru ngekost tu setengah tahun. Ya, semenjak gue jadi mahasiswa. Tapi jangan dikira perjalanan ngekost gue lancar-lancar aja, karena realitanya, gue sering banget jatuh bangun dalam dunia per-kost-an. Gue sering nggak betah dan sering gonta-ganti kost mulai dari bawah jembatan, depan ruko, kandang kambing, sampai sekarang telah menetap di sebuah kamar kecil yang indah. Ada tipi, loh.

Oke.. nggak perlu lah, ya, ngebahas dunia per-kost-an gue apa lagi ngebahas tontonan gue (FTV!). Karena bakal nggak ada habisnya. Di sini gue bakal ngebahas apa aja yang ‘terlarang’ dalam dunia anak kost. Mungkin agak (sangat) aneh, tapi.. inilah yang gue dapat selama menjadi perantau dalam kurun waktu satu semester ini. So, silahkan (jangan) disimak. Ahahahahai.. (Iya.. gue ketawa).



Nah, di tulisan ini,  gue akan berbagi tentang pentingnya artikel pilar bagi blogger. Sebenarnya, artikel pilar ini tidak hanya ‘laris’ untuk menjadi entri blog, tapi juga untuk media bacaan lain seperti majalah, koran, dan lain sebagainya.

Apa itu Artikel Pilar?

Artikel Pilar adalah artikel tutorial yang biasanya bermaksud untuk ‘mengajarkan’ atau ‘menginfokan’ sesuatu, yang secara umum, artikel berupa ‘kumpulan’ tip atau saran yang praktis. Bisa juga berupa tulisan ‘how-to’.



“Ke mana Mat Solar di sinetron Tukang Bubur Naik Haji the series? Di ceritanya sih, Haji Sulam pergi ke Arab Saudi buat ngebuka cabang buburnya. Tapi.. apakah itu nyata? Benarkah Mat Solar pergi ke Arab buat jualan bubur? Atau kembali ke Sitkom lamanya yang tukang bajaj itu? Hanya Tuhan yang tau.”

Oke, cuplikan tulisan gue di atas emang nyampah banget. Tapi, gue hanya berpikir, kok sinetronnya tetep lanjut? Padahal Haji Sulam-nya nggak ada. Lagian nih, ya, artis di sinetron yang satu ini makin banyak aja tiap hari. Nggak percaya? Coba deh nonton, sekalian bikin acara nonton bareng di depan rumah.

Nah, mari kita masuk ke topik sebenarnya (karena dua paragrap di atas emang nggak penting). Gue miris banget, setiap ngeliat berita tentang penculikan. Ragamnya juga sana-sini. Ada yang culik orang, duit, kambing, sandal, jin, etc.

Yang paling mainstream: penculikan anak perempuan. Iya, cewek. Entah kenapa banyak anak cewek yang diculik ketimbang cowok ganteng kayak gue. Tapi ya nggak apa, lah. Mungkin karena para penculik itu adalah cowok (yang jomblo), maka dia lebih memilih menculik anak gadis dari pada menyerahkan pantatnya kepada om-om hidung zebra.



‘For Stella’ adalah cerita fiksi bersambung dengan genre “komedi-romantis”. Penulis, Aziz Ramlie Adam, adalah seorang fans salah satu member JKT48 yang bernama Stella Cornelia. Berkat integritasnya dalam mengidolakan idol group yang satu ini, maka melahirkan inspirasi tersendiri untuk menghasilkan Fanfic for Idol ini.

Episode sebelumnya (part 22); “Seharian Aziz menghabiskan waktu bersama Stella, setelah Stella memberikan hadiah sebelum hari ulang tahun Aziz, yang ‘katanya’ dari Sonya”. Selengkapnya bisa baca DI SINI.

Berikut adalah episode terbaru (part 23), happy reading, guys!


Iseng. Ya, itulah kerjaan gue malam ini. Seekor jomblo akut yang lagi iseng ngobrak-ngabrik blog lama. Gue punya beberapa blog yang kayaknya cukup gue dan Tuhan yang tau. Biarlah.. untuk sementara Mbak Mulan yang jadi juri, menggantikan Mbak Anggun, di X-Faktor kemaren. Eh, maksud gue, biarlah itu menjadi tulisan lama yang berkesan.

Nah, gue punya satu artikel dari salah satu blog lama gue. Di sini, tentu sudah gue rapikan dengan jari-jari gue yang masih berwarna kecoklatan akibat bergesek dengan lubang hidung. So, ini artikel yang (menurut gue) menarik. Hue hue hue hue.. *ketawa jomblo yang dapet warisan dari Om Bakrie*



Oke, sebenarnya ini adalah salah satu post gue yang tidak konyol seperti biasa. Yah, hidup ini, kan, have serious fun, or have fun seriously. So, tidak semua harus selalu konyol. Benar? Hahaha.

Artikel sejenis ini mungkin pernah loe baca di beberapa blog/buku, namun dalam versi gue, dibuat sedikit gampang dan ringan untuk dicerna. Semua berdasarkan beberapa sumber dan ‘kenyataan’ juga, jadi gue akan meringkas untuk mempermudah pengambilan maknanya. Tidak perlu menunggu lama, guys, check this out!

                 

Selamat pagi (siang, sore, malam). 

                Pertama-tama, izinkan saya memperkenalkan diri. Nama saya, Prof. Dr. Aziz Ramlie Adam Mip., Mperan., Mpang., Mber., Cetar-membahana-pasir-pantai-putih-bersih.,

                Maaf jika nama saya terlalu rumit untuk diucapkan, karena semua hanyalah fiktif dan “akibat stres jomblo” belaka. By the way, saya adalah penggemar FTV. Pernahkah anda menonton FTV di SCTV yang berjudul “Cinta dan Nasi Jagung”? Saya suka itu. Cowoknya cakep. Ah, maaf, saya suka berlebihan semangat kalau sudah berbicara tentang FTV.

                Beberapa hari yang lalu, Kamis, kalau tidak salah, Ibukota DKI Jakarta dilanda bencana banjir yang sangat men-cenat-cenut-kan siapapun yang baru saja mengalami kecelakaan bermotor. Ya, luka lecet di lutut akibat jatuh dari motor tentunya akan terasa sangat perih bila terkena air banjir. Namun, saya yakin hal itu tidaklah penting.



Dua orang yang tidak homo, ditemukan terkapar dan menggelinjang di salah satu kamar kost, karena memakan sepiring nasi..


No.. headline di atas bukan tentang gue. Tapi tentang.. (ngelakban mulut).

Gue emang anak kost yang tampan dan sedikit kere, tapi nggak bakal gitu juga kali, sampai-sampai gue cuma makan nasi doang.

*Lagu ‘Bujangan’-nya Koes Plus terdengar di kejauhan*

04.50 a.m.

Gue gelisah, nggak bisa tidur. Padahal lampu kamar udah gue matikan, tapi tetep aja gue nggak tenang. Badan gue juga sukses digigit nyamuk kayak lagi ngungsi pas kena banjir gitu (eh). Dan semua ini diperparah dengan kenyataan kalau gue sebenernya belum makan.. dari kemaren sore..
Selalu ada waktu untuk memikirkan mu..

Tak dapat ku hentikan lagi,

Engkau berhasil memikat palung hati


Liuk rasa bahagia

Lemparan senyum tak bertepi.. 

Apakah KAU akan melirik ke arah ku?


Cinta kali ini, aneh..

Ombak samudera sekalipun,

Rapuh bila mengetahui rasa ini, walau..

Nelangsa hati ini bila ku sadar ternyata..

Engkau berada jauh dari pelupuk mata


Lembut, perlahan tapi pasti, aku mengejarmu

Impian ada di tengah peluh, karena itu..

Aku masih mencintaimu..




‘For Stella’ adalah cerita fiksi bersambung dengan genre “komedi-romantis”. Penulis, Aziz Ramlie Adam, adalah seorang fans salah satu member JKT48 yang bernama Stella Cornelia. Berkat integritasnya dalam mengidolakan idol group yang satu ini, maka melahirkan inspirasi tersendiri untuk menghasilkan Fanfic for Idol ini.

Episode sebelumnya (part 21); “Setelah melewati perjuangan yang lumayan sulit, akhirnya pertunangan Adit dan Anastasya Beby, dibatalkan. Bersatunya kembali Adit dan Melody, membawa suatu lembaran baru dalam kisah ini”. Selengkapnya bisa baca DI SINI.

Berikut adalah episode terbaru (part 22), happy reading, guys!

Satu Hari Bersamamu



“Halo..”

“Kita bisa ketemuan, nggak?”

“Kenapa?”

“Ada yang pengin gue bicarain ke elo..”

“Hm.. di mana?”

“Pintu masuk selatan, taman kota”

“Yaudah. Ntar, gue mandi dulu..”


Udah  berapa hari ini, si Donita (nama leptop jadul gue), mengalami cidera ringan pada bagian otaknya. Rencananya, sih, mau segera gue bawa ke tukang service. Tapi, gue takut meninggalkan begitu saja, semua kesibukan gue. Ya, gue punya beberapa kepentingan yang nggak bisa begitu aja gue telantarkan, seperti; ngelap ingus di tengah malam, masukin jempol kaki ke telinga temen, dan nyanyi sambil boker dengan suara ala ‘Bang-Agung-Hercules-yang-menjerit-waktu-dikerjain-tim-Super-Trap’.

Nah, karena Donita makin lama makin nggak kunjung sembuh, gue makin bete. So, ceritanya kemarin siang, hari Jumat (hari tersendu bagi para pemilik sandal yang pergi jumatan dengan niat mulia), gue mendapat suatu wangsit dari aliran shower di kamar mandi gue. Ya! Udah lama gue nggak ke tempat om gue.

Om Ome, begitu panggilan om gue ini (adek nyokap) di mata khalayak dunia. Dia adalah seorang juragan MLM dengan level jahanam, yang tidak mengenal lelah (kecuali saat dia serius menggeluti bidang “Bikin Adek” buat anak pertamanya). Dia adalah seorang pebisnis tulen. Lebih tulen dari waria Porpo (daerah paling mengenaskan di kota Samarinda) yang dipertanyakan status kelaminnya.

By the way, buat apa, sih, gue datang ke tempat Omeme (panggilan chayank gue buat Om Ome)? Dan di mana tempat persemayamannya? Oke! Gue jelaskan. Omeme sekarang sedang serius di bidang “jualan asongan”. Tapi, agak keren dikit, karena eh karena dia buka bisnis brutal itu di salah satu mal (kecil) di kota Samarinda tercinta ini.



Woooow, ini keren banget! Entah kenapa gue bisa kepikiran buat ngebahas hal beginian. Kayaknya serius banget, ya. Dalem banget, nih. Gue juga jadi ngerasa punya otak imut ala sarjana yang berguna banget buat… menghancurkan negara.

sebenernya, postingan kali ini juga (enggak) bermanfaat, loh. Ini semata- mata opini gue yang kadang kesel sendiri kalau liat adegan “sensor”, atau “pemotongan adegan” di tipi- tipi kita.

Jujur, gue ini anak “dunia malam” gitu. Dugem? Kagaak.. kerjaan gue kalo malam tuh, dengerin lagu- lagu Kerispatih sambil nangis depan leptop. Trus.. bibir ini bergerak seraya menyanyi, ‘mengapa… kau tak membalas cintaku.. ulalalala..” cukup!

Nah, karena dunia malam ini, gue sering ngerasa bete dan sesekali nyalain tipi. Pernah sekali, nih, waktu gue nonton Dragon Ball Evolution (sejenis titit naga yang berevolusi), di suatu stasiun tipi swasta, gue liat adegan yang lucu banget.



Oke, gue sering banget liat adegan- adegan di sinetron yang membuat gue mungkin sempat “mengkhayal”. Hahaha, agak lucu aja,karena adegan itu pasti yang bertema “romantis”. Udaaaah.. jangan ngatain gue jomblo unyu lagi, dong. Karena jomblo ini, tenyata bermanfaat untuk ngebuat tulisan- tulisan ngeyel kayak gini.

Berikut adalah beberapa adegan romantis yang bakal ngebuat kita (yang jomblo) mengkhayal. Yuk, disedoot.

1.       Buku jatoh, Pegangan tangan

Ntar gue ketawa dulu. Ni adegan selalu jadi penyumbang bumbu romantis paling laris di sinetron atau ftv- ftv anak muda. Ya, biasanya pakai setting di kampus, atau di sekolah.

Ceritanya si Cowok lagi datang telat ke kampus, trus dia buru- buru gitu sambil lari di sepanjang lobby. Sampai tiba- tiba dia belok arah, dan loe tau apa yang terjadi? Dia nabrak Cewek!

Cewek itu lagi ngebawa setumpuk buku (mungkin habis nyolong semua isi perpustakaan), dan terjatuh akibat “serangan mendadak” dari si Cowok. Akhirnya si Cowok ngerasa nggak enak dan ngebantuin nyusun buku si Cewek. Tangan mereka bersentuhan. Dan seminggu kemudian.. mereka jadian.

Gue baru bangun, loh (nggak penting).

Harini ini gue terkapar dalam kondisi yang mengenaskan. Tante- tante binal sekalipun nggak akan mampu menghibur gue (kecuali anak gadis mereka yang cantik jelita, mau jadi pacar gue). Ternyata, oh ternyata, gue kena semcam sindrom aneh yang memiliki kaitan khusus dengan… perut. Ya, rasa laper tingkat dewa ksatria baja hitam ini bener- bener ngalahin sekedar cetar membahana.

Gue emang jarang “banget” makan akhir- akhir ini. Selain perut gue juga selalu berasa “cukup” tiap kali makan sesuatu padahal baru sedikit, gue juga suka makanan instan kayak roti, dan berbagai cemilan kriuk kriuk (baca: mie instan di makan mentah). Parah, ya? Kaget? Yaa.. gue juga kaget.. temen kos sebelah gue kaget, Ibu kos kaget, Pak Presiden bikin lagu baru..

Hal ini makin diperparah dengan  mata gue yang kadang berair secara tiba- tiba. Ya.. setelah nguap tentunya. Kerjaan gue tiap malam ngecek satu- satu bekal (grammar) anak gue (naskah jahanam), agar kelak dia pantes masuk sekolah (penerbit) dan dapet ijazah (di cetak).




Aku membuka mata. Tangisan adikku kembali memecahkan sunyi malam. Aku tengok jam digital, yang berada di atas sebuah meja, di samping tempat tidurku. Masih pukul 2.. gumamku dalam hati.

Aku bergegas keluar kamar, sekedar mengingatkan Ibu ku kalau Adik menangis lagi. Kamar kami memang terpisah. Aku menempati kamar di lantai dua. Dari tangga, kamarku berada paling ujung. Tepat di jendela kamarku, pemandangan beberapa pohon pisang dan petai cina, lah, yang akan terlihat. Yah, keluargaku memang belum sempat membersihkan daerah belakang rumah yang baru kami tempati sekitar 1 minggu ini.

Kamar Adik tepat berada disamping kamarku. Kamar Ibu ku tentunya di bawah. Ibu memang sudah mendidik anaknya untuk mandiri sejak kecil, termasuk masalah penempatan kamar ini. Karena itu, lah, Adik ku yang umurnya masih belum mencapai 2 tahun ini, telah dibiarkan tidur sendirian. Sebenarnya aku dulu juga seperti itu.



Entah apa yang ngebuat gue membicarakan tentang ini. Gue kasih tau, ya, ini bukan karena gue nggak punya pacar. Camkan!

Ini tentu saja berkaitan dengan semua mamalia di muka bumi ini. Ya, kriteria mencari pasangan emang sangat diperlukan. Gampang, ya, keliatannya, kalau menentukan kriteria. Yang susah itu.. “apakah orang yang sesuai dengan kriteria kita juga menganggap kita adalah kriterianya?” Sekali lagi, ini yang sulit.

Oke, nggak usah berbasa- bubur- basi. Sejatinya setiap makhluk punya opini masing- masing. Karena itu, gue cuma mau nge- share apa aja, sih, kriteria cewek yang gue cari. Yang gue harap, personil Super Junior nggak akan jadi “pendaftar pertama” setelah ngebaca kriteria cewek yang gue idamkan ini. Oke, disedooot.

(cekidot, maksudnya)

Langit yang indah saat itu
Kembali menghantui aku
Entah apa yang perasaan ini, coba sampaikan..
Aku, hanyut sekali lagi..


                            "Bagaimana kabarmu sekarang?"

                            Pertanyaan sederhana yang menunjukkan suatu perhatian..

2013

Tuesday, January 01, 2013 0 Comments



Ini sesuatu banget. Mengingat kalau gue udah nunggu tahun 2013 ini sejak 12 bulan yang lalu. Mungkin kepala ini telah dipengaruhi semboyan provinsi gue, “Kaltim bangkit 2013!” Ya, itu ngebuat gue juga berpikiran sama, “Aziz bangkit dan dapet pacar di 2013!”

2013 ini tahun yang unik. Seperti penelitian gue berikut ini;