Ayo.. jadi kolektor..




“Iya.. Saya sudah lebih 30 tahun mengoleksi semua ini”

“Hm.. apa bisa diperkirakan, hobi anda ini sudah menghabiskan berapa banyak biaya, Pak?”

“Wah.. saya juga kurang ingat..”

“Bisa mencapai ratusan juta ya, Pak..”

“Hehe.. mungkin juga..”

“Saya jadi jatuh cinta sama Bapak..”

“Udah berapa lama nge-jomblo, Dek?”

Oke, cuplikan pembicaraan di atas emang punya ending yang ringsek. Tapi itu adalah petikan dialog antara seorang reporter dan narasumber yang punya hobi mengoleksi Keris. Ini nyata, loh, gue nonton di tipi beberapa minggu yang lalu (kecuali ending ‘jomblo’-nya).

Gue sempat kepikiran, para kolektor ini keren-keren, ya. Gimana nggak, mereka adalah sosok kece yang bersedia menghamburkan duit demi kepuasan batin. Keren, kan?


Liputan-liputan tentang para kolektor sebenarnya udah sering gue lihat. Ada yang ngoleksi uang-uang lama, batik dari seluruh Nusantara, bahkan sepatu bermerk dari berbagai belahan dada. Em.. maksud gue, berbagai belahan dunia.

Royal?

Menurut gue sih para kolektor ini nggak royal. Mereka adalah sosok yang ‘menghargai diri sendiri’, dengan cara mengoleksi barang kesukaan mereka. Mungkin faktor finansial emang diperlukan kalau mau jadi kolektor. Tapi.. gue punya pendapat lain : ‘menjadi kolektor nggak harus mahal.’

Jadi gini, gue sempat punya koleksi beberapa kartu Yu-Gi-Oooh waktu masih SD. Temen cewek gue, punya koleksi poto-poto artis Korea yang di-print dari internet. Kakek gue.. punya koleksi nenek-nenek (ini bener, kakek gue istrinya ada tiga. Ciyus, deh).

Berdasarkan orang-orang di sekitar gue itu, maka menimbulkan pernyataan gue tadi, kalau mau jadi kolektor.. nggak harus mahal! (kecuali bagian kakek gue).

Nah, sebagai pejuang cinta sekaligus anak kost yang menjunjung tinggi martabat Pancasila, gue juga punya beberapa barang yang ‘nggak sengaja’ jadi koleksi gue. Maaf jika kalian mendadak kecewa karena ujung-ujungnya gue bakal pamer juga sama barang koleksi. Tapi dari pada mikirin itu, mending siapkan kitab suci Kera Sakti kalau-kalau kalian udah mau menggeliat pas liat koleksi gue.

Apa aja?

Ini nih, beberapa koleksi gue yang ‘murah’ dan ‘mudah didapat;

(Bungkus mie instan yang ketumpuk di bak sampah)


(Ini kopi yang gue minum dalam dua hari terakhir)


(Ini agak keren, menurut gue)


(IYA! ITU SEMUA PUNYA GUE!)


(Oke, ini gue ambil dari Google. Tapi bener, kok, gue koleksi kayak gituan)

Nah.. itu aja kali, ya, beberapa koleksi gue yang bisa gue pamerkan. Sebenernya masih ada beberapa koleksi fosil cicak di belakang lemari, tapi nggak gue publikasikan. Nggak kok.. bukan gue yang nyulik anak Om Nassar (apaan, sih).

Yaudah.. kita akhiri saja sebelum gue disatroni polisi karena diduga pernah BBM-an sama Andika. Kalau punya barang koleksi lain yang layak untuk ‘disebarkan aib-nya’ silahkan di comment box. Huehuehuehue.. *ketawa orang yang di kasih mobil sama Om Nassar*

N.P.: buat 'seekor mamalia' yang tanya gimana  malam minggu gue kali ini, gue akan jawab : HUJAN, DINGIN, TETAP MACET, dan.. JOMBLO

Sekian.

6 comments:

  1. n.p nya itu lohh rada kurang beruntung ahaha

    ReplyDelete
    Replies
    1. Yahh masih beruntung tuh daripada kasusnya gini:

      Jalan pacaran--> kena hujan--> pacar ngamuk--> putusan

      wahahaha, mending gue:

      jalan sendirian--> kena hujan--> nggak punya pacar--> nggak ada yang mutusin.

      Hohoho *nangis*

      Delete

Eiits... jangan buru-buru exit dulu. Sebagai Pria Cakep Biasa, gue punya banyak cerita lain. Baca-baca yang lain juga ya... Terima kasih :)