Ini Ximin

Saturday, January 19, 2013

Beberapa Faktor (sesat) Bencana Banjir Ibukota


                 

Selamat pagi (siang, sore, malam). 

                Pertama-tama, izinkan saya memperkenalkan diri. Nama saya, Prof. Dr. Aziz Ramlie Adam Mip., Mperan., Mpang., Mber., Cetar-membahana-pasir-pantai-putih-bersih.,

                Maaf jika nama saya terlalu rumit untuk diucapkan, karena semua hanyalah fiktif dan “akibat stres jomblo” belaka. By the way, saya adalah penggemar FTV. Pernahkah anda menonton FTV di SCTV yang berjudul “Cinta dan Nasi Jagung”? Saya suka itu. Cowoknya cakep. Ah, maaf, saya suka berlebihan semangat kalau sudah berbicara tentang FTV.

                Beberapa hari yang lalu, Kamis, kalau tidak salah, Ibukota DKI Jakarta dilanda bencana banjir yang sangat men-cenat-cenut-kan siapapun yang baru saja mengalami kecelakaan bermotor. Ya, luka lecet di lutut akibat jatuh dari motor tentunya akan terasa sangat perih bila terkena air banjir. Namun, saya yakin hal itu tidaklah penting.


                Saya sangat prihatin saat mendengar kabar memilukan ini. Setiap saya menonton acara berita di televisi, soal kasus bencana ini, saya selalu tersentuh. Hal ini diperparah ketika saya selesai menonton film So First Date sambil mendengarkan alunan nada lagu Kerispatih.

Setahu saya (baca: sok tahu), Ibukota negeri ini memang sering kali terkena bencana banjir. Namun, berhubung di awal tahun ini kejadiannya sangat “WOW”, maka otak kecil saya yang terkontaminasi oleh Cho Cho ini(cokelat enak, harga ‘anak kost’), membuat saya ingin mencari tahu apa sebenarnya yang menyebabkan banjir kali ini begitu dahsyat.

Ada dua faktor besar yang menurut saya ikut andil dalam penyebab banjir Ibukota kali ini, berikut akan saya uraikan satu persatu:


Dunia Anak Gaul

Anak gaul yang banyak bersarang di Ibukota DKI Jakarta, tentu memiliki banyak kebiasaan yang tanpa mereka sadar, bisa menyebabkan banjir besar. Berikut di antaranya;

1.Berponi

 Maraknya pernumbuhan poni di kalangan anak gaul yang notabene banyak terinspirasi dari Boyband atau Band-yang-vokalisnya-tertangkap-polisi-dua-kali, ternyata menimbulkan dampak tersendiri bagi besarnya banjir Ibukota kali ini.

Pertama, penumbuhan poni yang menurut mereka keren, harus disesuaikan dengan tipisnya rambut bagian samping atau belakang. Nah, mereka jadi sering ke salon untuk potong rambut. Karena banyaknya tumpukan potongan rambut yang berserakan di salon-salon ini, lah, maka banyak pengusaha sanggul yang bingung memilih jenis rambut yang pas.

Akibatnya, potongan rambut yang tidak sesuai kriteria para pengusaha rambut, banyak ditelantarkan di selokan atau sungai terdekat. Lalu, selokan/sungai tersebuat mampet. Lalu, banjir, deh.

2. Behel

Di awali dengan trend yang dulunya merupakan fashion kuper dan selalu diasingkan. Iya, berbehel, di zaman dahulu, terkesan seram dan para pemakainya cenderung terlantar dan dijauhi. Namun sekarang, berbehel merupakan salah satu faktor supaya kita bisa dibilang gaul.

Hubungannya? Tentu saja ada pada kegaulan akut yang mengakibatkan banyak remaja yang mulai pasang behel warna-warni. Akibat dari behel warna-warni tersebut, banyak yang menyangka kalau itu adalah lampu disko.

Akibat terparah, karena banyak yang menganggap behel itu sebagai lampu disko, mereka jadi suka dugem di sungai atau bendungan terdekat. So, bendungan jadi meluap dan terjadilah banjir besar.

3. Kacamata besar

Hunting kacamata besar oleh sebagian remaja, tentu mengakibatkan banyak kacamata lama yang tidak terpakai. Contoh, ada seorang remaja sedang pakai kacamata “gaul” itu untuk jalan-jalan di pinggir sungai. Lalu di tepi sungai itu ada seorang penjual kacamata yang dagangannya lebih keren dari kacamata si remaja. Si remaja yang tertarik akan kacamata yang lebih bagus itu, membeli, dan membuang kacamata lamanya ke sungai.

Nah, itu baru satu remaja. Bagaimana jika satu juta? Tentu akan menimbulkan banyak tumpukan kacamata gaul di sungai. Mampet, banjir, deh.


Dunia Entertainment


1.       Boy/Girl Band

Nah, ini tentu penyebab yang sangat berperan bagi banjir Ibukota. Akhir-akhir ini tentu semakin banyak kelompok cowok-cewek yang tenar berkat usaha menyanyi sambil menari-nya. Hal itu memotivasi semakin banyak orang yang berlomba untuk mengikuti kesuksesan itu.

Alhasil, para pendatang baru yang ingin menguji keberuntungan mereka dalam dunia per-Boy/GirlBand-an, datang berbondong-bondong memenuhi Ibukota. So, masyarakat semakin padat, dan sampah semakin banyak. Banjir, deh.

2.       Sinetron laga

Pernah melihat Naga dan berbagai makhluk astral lainnya di sinetron laga, kan? Nah, saya hanya berharap kalau suatu saat ada Jerapah-impoten yang diikut sertakan di dalamnya.

Hubungannya dengan banjir? Begini, banyak penggemar setia sinetron laga mulai berkeinginan untuk menaiki naga juga. Satu-satunya cara, tentu dengan “berkelahi”. Iya, banyak orang yang berkelahi, karena seperti di sinetron laga, saat mereka sedang asyik berkelahi, naga itu datang menolong.

Namun, dunia nyata tidak sekeren sinetron laga. Alhasil, perkelahian itu menyebabkan kematian. Karena sang pembunuh takut ditangkap penegak hukum, dia membuang mayat korban ke bendungan terdekat. Bendungan jadi tersumbat, dan debit air perlahan meluap menjadi banjir.

3.       FTV Remaja

Terobsesi dari beberapa adegan yang saya pernah tulis DI SINI, banyak remaja yang mencoba mempraktekkannya. Beberapa ada yang berhasil, namun beberapa lainnya banyak yang gagal. Akibat kegagalan cinta tersebut, mereka frustasi dan melompat ke sungai. Alhasil, tidak perlu ditanya lagi, mayat mereka sukses membuat mampet aliran sungai.

4.       Acara Gosip
Pernahkah anda mendengar berita tentang Mbak Rasty yang melaporkan mantan pacarnya ke Polisi? Atau kasus salah ketik nama kota yang dilakukan Penyanyi “cetar-membahana”, Mbak Syahrini? Atau, berita tentang Mas Aziz yang masa jomblonya telah mencapai periode satu tahun? Saya tidak yakin itu ada hubungannya atau tidak, terhadap banjir yang melanda Ibukota. Yang jelas, saya suka acara gosip dan berharap suatu saat wajah tampan saya bisa ditampilkan di sana (tentunya sebagai microphone).

5.       Acara Hantu-hantuan

Oke, untuk bagian ini mungkin semakin memasuki tahap “sangat tidak masuk akal”. Namun, apa kah anda pernah menonton Masih Dunia Lain? Atau yang seram lainnya seperti: Dua Dunia dan Malam Minggu Miko? Saya yakin anda pernah.

Nah, berkat acara hantu-hantuan tersebut, para hantu menjadi terusik sehingga menimbulkan dendam di hati mereka. Selanjutnya, mereka murka dan mendoakan semoga Ibukota terkena banjir.



Mungkin itu saja, beberapa faktor (nggak nyambung) yang dapat saya sampaikan. Oh iya, anda pernah melihat iklan seperti ini: REG<spasi>RAMAL<spasi>NAMA ANDA kirim ke 119 ?

Pasti pernah bukan? Saya hanya ingin promosi, kalau saya juga membuka yang sejenis itu. Karena pemula, saya hanya membuka untuk para pengguna Telkomsel. Caranya: *858*085389104808*100000#

Saya tidak tahu apakah anda akan mendapat SMS ramalan. Yang jelas, pulsa saya akan bertambah dan saya akan sangat bahagia. Terima kasih, salam FTV.

Jabat erat,

Prof. Dr. Aziz Ramlie Adam Mpi., Mperan., Mpang., Mber., Cetar-membahana-pasir-pantai-putih-bersih.,







2 comments:

  1. hahahaha....bener - bener cetar mirat marit! kreatif gan!

    ReplyDelete
    Replies
    1. Ahahaha, iseng aja itu, semua berasa dari otak (nggak) super gue ini. hehehe

      thank for your comment :)

      Delete

Eiits... jangan buru-buru exit dulu. Sebagai Pria Cakep Biasa, gue punya banyak cerita lain. Baca-baca yang lain juga ya... Terima kasih :)