Ketika Gue Diculik..




“Ke mana Mat Solar di sinetron Tukang Bubur Naik Haji the series? Di ceritanya sih, Haji Sulam pergi ke Arab Saudi buat ngebuka cabang buburnya. Tapi.. apakah itu nyata? Benarkah Mat Solar pergi ke Arab buat jualan bubur? Atau kembali ke Sitkom lamanya yang tukang bajaj itu? Hanya Tuhan yang tau.”

Oke, cuplikan tulisan gue di atas emang nyampah banget. Tapi, gue hanya berpikir, kok sinetronnya tetep lanjut? Padahal Haji Sulam-nya nggak ada. Lagian nih, ya, artis di sinetron yang satu ini makin banyak aja tiap hari. Nggak percaya? Coba deh nonton, sekalian bikin acara nonton bareng di depan rumah.

Nah, mari kita masuk ke topik sebenarnya (karena dua paragrap di atas emang nggak penting). Gue miris banget, setiap ngeliat berita tentang penculikan. Ragamnya juga sana-sini. Ada yang culik orang, duit, kambing, sandal, jin, etc.

Yang paling mainstream: penculikan anak perempuan. Iya, cewek. Entah kenapa banyak anak cewek yang diculik ketimbang cowok ganteng kayak gue. Tapi ya nggak apa, lah. Mungkin karena para penculik itu adalah cowok (yang jomblo), maka dia lebih memilih menculik anak gadis dari pada menyerahkan pantatnya kepada om-om hidung zebra.


Sekarang lagi heboh banget kasus kalau salah satu putri Om Nazar hilang diculik penculik (iyalah, emang diculik polisi). Gue sempat turut bersedih mendengar berita ini. Iya.. gue sedih sama penculiknya. Gue yakin, hidupnya pasti sangat menderita, sampai-sampai menculik anak Om Nazar. Nggak tanggung-tanggung men, yang diculik anak konglomerat. Bayangin aja kalo tu penculik minta tebusan kolor bekas Ronaldo, pasti dikasih!

Di sini gue bukan mau menceritakan kronologi kasus atau ciri-ciri anak Om Nazar. Gue nggak mau ntar malah nyaingin infotainment dalam hal menyebarkan berita (sesat) tentang artis-artis. Yang akan gue bahas di sini adalah.. ‘bagaimana jika gue yang diculik??’

Dicari, Orang (gila) Hilang:



Nama : Aziz Ramlie Adam
Jenis Kelamin : Alhamdulillah, laki-laki.. Jomblo, loh.
Jabatan : Pejuang Cinta
Hobi : Tiap malam nonton video konser Boyband dan berharap pas bangun pagi bisa  jadi ganteng.
Ciri-ciri fisik : Ganteng, Tampan, Gagah. Pantas jadi jamban di iklan pembersih wc.
Ciri-ciri saat menghilang : Memakai kaos v-neck transparan. Celana robek di bagian pantat. Bersendal hasil nyolong di Masjid. Jam tangan masih kredit 2 tahun. Bawa dispenser sebagai alas tidur.

‘jika menemukan, harap hubungi cewek jomblo terdekat’



Jelek ya? Tapi tidak dapat dipungkiri lagi, kalau gue hilang, ya jadinya kayak gitu. Hem.. kalau gue diculik, gue nggak akan pasrah begitu saja. Ada beberapa hal yang akan gue kaji terlebih dahulu: siapa penculiknya? Apa tujuannya? Di mana tempat penyekapannya? Dan.. tebusan apa yang diminta?

Mari.. bakal gue bahas (secara sesat) satu persatu.

1.       Siapa penculiknya?

Sosok penculik, merupakan hal yang perlu diperhatikan jika loe pengin diculik. Ini jelas beguna sekali, apalagi untuk mendongkrak nama baik loe pas masuk infotainment. Misal, yang nyulik loe ternyata bokap sendiri. Ini tentu sesuatu banget.

Lain cerita kalau yang nyulik loe ternyata Mantan-pacar-anaknya-supir-Pak-Obama yang masih haus akan cinta. Jangankan masuk infotainment, masuk akal aja nggak.

Nah, kalau gue pribadi, penginnya diculik sama Stella Cornelia, member JKT48. Udah deh, ikhlas dunia akhirat kalau ‘ayang’ Stella yang nyulik (ngarep).

2.       Apa tujuannya?

Layaknya bikin makalah tugas Politik, kita perlu sebuah tujuan (kalo di pelajaran: tujuan dibuatnya tema makalah tersebut). Dan seperti dalam kasus penculikan, kita juga mesti tau apa tujuannya.

Kalau gue yang diculik, dengan tujuan dipacarin sama penculiknya (yang ternyata cowok), gue pasti bakal menolak. Hidup gue di infotainment terlalu nista jika dikabarkan diculik, karena pengin dipacarin cowok. Lain cerita kalau yang menculik adalah cewek cantik (contoh: Stella), dan dengan tujuan mau menikah sama gue. Suer, demi langit bumi, gue ikhlas.

3.       Di mana tempat disekapnya?

Hmm.. kalau gue boleh berharap, jika suatu saat gue diculik, gue pengin tempat yang elite. Misal, gue dibawa ke Taj Mahal, atau jalan-jalan ke Disney land. Gue pasti bakal bahagia banget, karena berita gue di acara gosip bakal terkesan mewah dan tidak biasa.

Lain cerita kalau gue disekap di sebuah gubuk kecil di tengah hutan. Gue bakal teriak dengan ekspresi sendu Smash pas lagi nonton aktraksi Limbad di Dahsyat-nya Award 2013..

“Tidak! Bawa gue ke tempat yang lebih mewah! Gue benci tempat ini! Gue nggak cinta sama loe! Jangan sentuh pantat gue! Stella, culik gue!!!”

Tapi sekali lagi, kalau Stella yang menculik, gue ikhlas biar di kamar manapun (eh).

4.       Jenis tebusan?

Ini penting banget buat gue. Secara gitu, kalau gue diculik, apa coba yang pantes di tukar sama diri gue ini? Kasihan nenek gue ntar. Kalau si penculik minta uang 500 juta, nenek gue paling cuma bilang..

“Ambil saja dia.. Saya ikhlas. By the way.. saya punya usaha MLM, mau ikutan?”

Yah.. gue menyadari, kok, kalau harga diri gue ini hanya sebatas produk MLM punya nenek. Tapi ya nggak apa. Lagi-lagi, kalau Stella minta tebusan seperangkat cincin pertunangan, gue ikhlas. Gue yakin nenek gue bakal bersyukur karena cucu tergantengnya diculik cewek cantik dengan tebusan cincin tunangan. Seperti yang selalu diharapkan nenek gue, “Aziz.. kamu makin besar makin aneh (mukanya), bagaimana kamu bisa dapet pacar..” Gue dengan bangga menjawab, “tenang nek, kami masih LDR. Dia masih member JKT48. Nenek nggak tau? Itu loh, yang kalo manggung di tipi, selalu bawa orang satu provinsi..”

*Lalu nenek gue memberikan gayungnya kepada nenek lain*


Nah, mungkin itu kali ya, hal-hal yang akan gue pertimbangkan jika kelak gue diculik. But, mungkin hal-hal itu hanya akan jadi bahan tulisan aja. Karena oh karena.. ‘siapa yang mau menculik gue?’

Semoga Stella mendengar, dan kelak kami dapat membangun bahtera rumah tangga sebahagia Pak Habibie dan Bu Ainun.
Amin.

*Mimpi indah*







2 comments:

Eiits... jangan buru-buru exit dulu. Sebagai Pria Cakep Biasa, gue punya banyak cerita lain. Baca-baca yang lain juga ya... Terima kasih :)