Film Thailand dan Seorang Otaku




Gue ketawa dulu. Sebenarnya nggak ada yang lucu, karena pada dasarnya gue ini memang sering ketawa sendiri tanpa sebab. Bukan… gue nggak punya gangguan jiwa dan masih layak buat disebut waras. Ini semua karena hati gue yang berkarat ini sedang gila-gilanya dimasuki oleh sesosok mamalia berkelamin betina.

Ini mungkin sama dengan kejadian Mbak Penjual Kopi yang pernah gue tulis DI SINI, tapi lebih menyenangkan lagi karena di antara gue dan sosok cewek ini, ada sedikit interaksi yang sebenarnya nggak perlu juga buat dibangga-banggain. 


Loh? Kenapa judulnya pakai ada film Thailand segala?

Jadi begini, sebenarnya beberapa hari yang lalu gue baru aja nonton sebongkah film Thailand yang romantis dan galau abis. Kalau gue cewek, pasca menonton film itu, gue pasti sudah kejang-kejang sambil sibuk nangis dan ngubek-ngubek jamban tetangga. Beruntung gue cowok. Gue cuma nangis sambil gigit guling.

Film Thailand yang gue tonton itu judulnya ‘Hello Stranger’, dan memang sudah sering dibicarakan di mana-mana. Oke, gue tau kalau gue ketinggalan zaman karena gue baru-baru ini nonton tuh film. Itu juga lewat lewat laptop teman.

Gue sudah pernah sih, menonton beberapa film Thailand yang ber-genre romance gitu, dan tentu aja masih dengan titisan airmata. Loe mau ketawa? Silahkan… Nah, ini ada beberapa ringkasan film romantis Thailand yang sempat membuat gue nahan boker. Disedot…


Crazy little thing called love

Ini film Thailand pertama yang gue tonton. Waktu itu gue lagi menginap di apartment teman gue yang cukup besar. Iya… besar badannya. Si Adit. Jadi ceritanya pagi itu, kita masih melek akibat begadang semalam. Begadangnya dengan berbekal kumpulan film horor sehingga kami takut tidur karena nggak mau mimpi seram. Mengerikan memang, mengingat kami waktu itu sudah cukup berumur dan berbulu kaki.

Pagi itu, kami dapat kiriman film dari flash disk salah seorang penghuni apartment yang sama, si Agung, Lead Guitar di band gue. Katanya, film yang dia kasih itu bakal bikin kita kehilangan ke-macho-an saking romantisnya. Gue berpikir, ‘masa iya??

Awalnya menonton, gue dan teman-teman dibikin ngantuk karena tokoh utamanya (yang cewek), itu JELEK BANGET. Perlu diketahui ya, kalau ada sekumpulan cowok nonton film romantis atau FTV gitu, pasti yang dilihat pertama adalah tokoh ceweknya, karena bisa bikin mengkhayal kayak posting-an gue DI SINI. Kalau tokoh ceweknya cuma sekelas Dugong betina yang lagi main sampah, jangan harap para cowok-cowok bakal betah lebih dari lima menit.

Ngomongin film-nya, yang tokoh utamanya gue bilang JELEK BANGET tadi (sebut saja Kunti), ternyata bakal jadi cantik! Iya, sejenis Betty la Fea gitu. Jadi film ini menceritakan seorang cewek super kusam yang naksir sama kakak kelasnya yang punya kadar kegantengan nggak beda jauh sama gue. Oke, masalah kegantengan yang mirip sama gue itu, hanya fiktif semata.

Tanpa disangka, si cowok ganteng itu (sebut saja Uwo) sebenarnya naksir juga sama Kunti, bahkan sebelum Kunti menjadi cantik. Sesuatu banget. Klimaks-nya terjadi saat sahabat Uwo juga naksir sama Kunti (yang udah jadi cantik) itu. Si Uwo ini memang pemalu dan nggak pernah bilang kalau udah suka sama Kunti sejak lama. Apalagi karena Uwo dan sahabatnya itu sudah punya janji dengan sahabatnya untuk nggak suka pada cewek yang sama. Uwo mengalah. Kasihan.

Tapi namanya film romantis, tentu akhirnya bakal bahagia. Iya, saat Kunti sudah tahu kalau Uwo yang mirip gue itu suka sama dia juga, akhirnya dia nunggu sampai sembilan tahun kemudian. Tamat dengan sendu deh, pokoknya. Cari aja film-nya sendiri.

Yang paling atas itu gurunya

Before-After si cewek



Suckseed

Gue lupa dari mana dapat film ber-genre komedi-romantis-anak-band ini. Cerita ini dimulai ketika sewaktu masih kecil, ada sepasang sahabat, Uwo dan Kunti, di mana Kunti adalah anak penjual kaset. Gue nggak tahu pasti apa Kunti ada menjual DVD bajakan atau nggak. Namun yang jelas, Kunti meminjamkan sebuah kaset berisi lagu-lagu keren ke Uwo, sebelum Kunti pindah sekolah.

Saat mereka sudah beranjak SMA (atau SMP, gue juga nggak ngerti), Kunti kembali ke kota kelahirannya dan bersekolah di tempat yang sama dengan Uwo. Mereka bertemu dan awalnya membuat sebuah band. Namun karena salah satu sahabat Uwo (yang juga satu band) naksir juga sama Kunti, maka terjadi sesuatu yang menimbulkan konflik.

Film ini sangat menarik buat gue yang memang merupakan (mantan) anak band. Apalagi lirik lagu ciptaan Uwo buat Kunti, sangat menyentuh. Memang sih, pakai bahasa Thailand. Tapi terjemahannya bagus loh.

Ending-nya nggak terlalu manis sih, buat para penggemar film porno. Karena nggak ada adegan pelukan apalagi ciuman. Apalagi… (udah, ah. Jangan dibahas).

Dua cowok yang di tengah naksir sama si cewek

Aslinya, si cewek memang jago maen gitar



ATM

Gue nggak tau juga sih, itu judulnya apa bukan. Yang jelas gue lihat nama file-nya begitu di (lagi-lagi) laptop temen gue. ini menceritakan tentang sebuah bank Jepang yang membuka cabang di Thailand. Di kantor mereka, nggak boleh ada yang menjalin hubungan alias harus jomblo akut. Kecuali yang sudah menikah. Oke, kayaknya gue memang pantas kerja di sana.

Nah, di kantor itu, Kunti punya jabatan sebagai tukang mecat-mecat karyawan yang ketahuan menjalin hubungan. Padahal, dia juga pacaran dengan salah satu karyawan, bernama Uwo. Akhirnya, karena takut diketahui karyawan lain, mereka memutuskan untuk menikah. Tapi siapa sangka, semakin mendekati hari pernikahan, mereka malah harus berlomba dalam pekerjaan karena suatu insiden kerusakan mesin ATM. Dan hingga hari-H, pernikahan mereka batal.

Gue senang sama aktor-nya. Cocok dapet peran gokil


Yang jelas adegan ini nggak ada di film itu



Hello Stranger

Ini bukan tentang para tentara yang hobi telponan (halah…). Ini menceritakan tentang seorang cowok Thailand, si Uwo, yang ikut tur wisata ke Korea. Di waktu yang sama, ada seorang cewek Thailand, si Kunti, yang juga pergi liburan sendirian ke Korea. Mereka bertemu nggak sengaja di depan penginapan Kunti.

Selama berteman, mereka sering bercerita tentang masalah asmara. Dan siapa sangka, pertemuan dua sejoli yang sama-sama patah hati itu malah melahirkan cinta baru di antara mereka (uuh… tulisan gue jadi berat gini).

Yang gue suka dari film ini adalah… nama tokoh si cewek dan si cowok, nggak dikasih tau sampai filmnya habis. Galau banget, kan?

Si cowok yang main di ATM

Tokoh cewek-nya sih nggak terlalu cantik. Tapi gak ngebosenin dilihat

Yang jelas di film ini nggak ada mereka



Nah, terus, hubungannya sama Otaku apa?

Apa ya? Kita mulai dari pengertian otaku yang gue tau aja deh. Otaku itu, kalau di Jepang, adalah cara kita memanggil seorang maniak sesuatu hal. Bisa manga, anime, tokusatsu, dan lain-lain. Secara bahasa baku jepang, artinya adalah ‘Anda’ dalam bahasa Indonesia. Namun karena para penggemar anime sering berbincang menggunakan kata Otaku, maka sekarang sudah terpopulerkan. Di Indonesia sendiri, Otaku itu dipandang sebagai seseorang yang menyukai serba-serbi tentang Negeri Sakura, Jepang. Lebih jelasnya cari sendiri aja ya. Gue juga sebenernya nggak terlalu paham. Maklum, otak gue ini pakai Pentium yang laris waktu zaman Amerika lagi asik ikut perang dunia pertama.

Jadi ini berawal dari Twitter. Waktu itu gue lagi asik ngupil pake jempol kaki temen sambil pantengin timeline gue. Nah, tiba-tiba ada twit nyasar dari hasil retweet seseorang. Gue lihat twit-nya menarik. Kira-kira kayak gini :

“Ternyata, si @azizramlieadam itu suka nonton video boyband Korea kalau mau tidur. Katanya sih, biar pas bangun pagi jadi lebih ngerasa ganteng”


Eh, maaf. Itu kerjaan fans sesat gue aja. Ini yang bener :

“Nah si maknae @NamaDisamarkan juga paling cuek soal fashion. Tapi dia selalu tetap kelihatan cute >.<”

Gue ngeden sebentar. ‘Siape tuh? Heboh banget kayaknya’. Gue buka deh, profil si @Namadisamarkan itu. Dan… gue sukses mimisan dari pantat.

Ini yang bikin gue mules

Akhirnya terbersit niat gue buat kepo. Yah… itu salah satu hobi bagi para tuna asmara loh. Seriusan. Jadi inget kata bang Oka, kalau kepoers punya semboyan “lebih baik galau dari pada mati penasaran”.

Iya, gue sempat galau karena tau kalau dia itu welcome sama semua orang, termasuk ke cowok-cowok yang lebih ganteng dari gue. Kenapa gue bilang ‘yang lebih ganteng’? Karena kalau nyari yang lebih ‘nggak ganteng’ dari gue, tingkat kesulitannya kayak nyari anak kodok di dalam kepompong. Seriusan.

Ternyata eh, ternyata (setelah kepo sudah mencapai batas memanas), gue mendapati kenyataan kalau dia itu seorang yang disebut dengan istilah ‘Otaku’ tadi. Dia maniak anime, dan punya koleksi komik yang dikabarkan sebanding dengan harga motor Satria F. Eh, nggak kok, gue ngarang doang. Pokoknya banyak, lah.

Gue makin exited. Apalagi setelah mengetahui kalau dia ‘dijagokan’ buat ikut seleksi JKT48 generasi ke 3. Widih… emang cocok, apalagi tiap gue liat twitnya yang ‘open question’. Jiwa idol banget deh.

Setelah sempat beberapa kali mention-an, dan sedikit chat di Line, gue mulai kembali menggilai anime. Awalnya dia kasih tau kalau ada anime bagus namanya SAO (Sword Art Online). Dan setelah diteliti lagi, tuh anime memang bukan baru-baru aja. Gue donlot deh dari episode 1 sampe tamat. Namun, kebodohan gue akhirnya ikut serta juga. Ternyata, gue udah punya file-nya (sampe tamat juga), tapi belum pernah gue tonton sama sekali. Koplak…

Hari demi hari berlalu semenjak gue kenal dia (padahal baru 3 hari). Tentu dalam kasus ini, kenyataannya adalah ‘gue kenal dia’ bukan ‘kita saling kenal’. Muahahaha. Gue jadi tau kalau dia suka sama Kamen Rider Kiva. And… akhirnya gue bikin header blog ini dengan ada gambar Kamen Rider Kiva, dan Kamen Rider Double, sebagai kamen rider kesukaan gue. Romantis ya?

Yah… jujur, ini bukan keinginan untuk melepas status jomblo semata (ini nih, contoh orang yang hobinya geer mulu). Tapi ini lebih ke “suka yang disimpan”. Iya, gue suka tapi nggak mau mengumbar ke mana-mana. Nggak kesampaian juga nggak masalah. Gue tau dia aja, baru hitungan hari, dan karena ada twit nyasar. Hahaha… bodo banget. Satu yang pasti, akhir-akhir ini hidup gue jauh lebih 'ringan' dari sebelumnya. Entah apa yang terjadi, tapi gue ngerasa kalau ngebayangin dia, semua hal terasa lebih menyenangkan.

Suka gue lebih ke ‘pribadi’ dia kok, yang emang sesuai sama perilaku gue juga. Jepang. (Oke, ini alibinya kuat banget)

Nah, buat mbak yang sering dipanggil ‘calon member jekate’ ini, semangat terus ya. Jangan sering bete. Kalau lagi bete, coba deh becermin. Niscaya bete-nya hilang. Kacanya yang bete.

Huehehe…

*Lagu Kimi no Koto ga Suki Dakara terdengar dari kejauhan*



4 comments:

  1. pernah nonton film Hello Stranger, kata teman filmnya lucu, gak taunya mendekati akhir jadi sedih -_- kampret

    ReplyDelete
    Replies
    1. Awalnya gue ketawa-ketawa gitu, akhirnya malah nangis sambil gigitin bawang putih... Pffft

      Delete
  2. bang.. kok list film Thailand yang pernah ditontonya sama ya? Apa ini pertanda? *abaikan

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya... ini pertanda kalo kita sama-sama pernah nonton :|

      Delete

Eiits... jangan buru-buru exit dulu. Sebagai Pria Cakep Biasa, gue punya banyak cerita lain. Baca-baca yang lain juga ya... Terima kasih :)