Berjalan dari Dalam Hati

2013/03/19

Aziz Ramlie Adam ; 'Kembali nulis' edisi cerita pendek




Alkisah, di zaman saat bensin masih seharga permen, hiduplah seorang pria tampan yang selalu mengaku kalau dia adalah nenek moyang dari Justin Bieber. Dia hidup dari keluarga yang biasa-biasa saja. Kehidupannya pun biasa saja. Datar.



Suatu hari pria tampan yang selalu didekati hampir oleh setiap perawan tua ini, mengalami sakit yang berkepanjangan. Sekitar dua menit dia merasakan bibirnya cenat-cenut. Setelah memeriksakan ke psikolog terdekat (tetangga sebelah rumahnya), ia mendapati kenyataan kalau dia harus terkena sariawan.

Bagi pria tampan tersebut, sariawan adalah penyakit yang lebih mengenaskan dari sinar ultra matahari yang berhasil menciptakan para Ultraman. Maka dari itu, dia menugaskan seorang waria kenalannya, untuk pergi mencarikan obat di negeri seberang.


Ini Ultraman

Ini bibir sariawan

Ini bibir siapa?

Waria ini, sering sekali mangkal di angkringan terdekat. Tugasnya sederhana, yaitu menggoda para pejalan kaki yang lewat di depan angkringan, agar mereka mau mampir. Namun, kabar terkini, tiap angkringan yang jadi tempat mangkal si waria, tidak pernah laku sama sekali.

Waria itu akhirnya pergi sambil membawa resep si psikolog untuk segera menyembuhkan si pria tampan tadi. Harapan si waria sangat sederhana, yaitu : “Kelak, si pria tampan itu akan menikah denganku. Hihihi”. Sungguh cita-cita yang mulia.

Sebulan berlalu semenjak kepergian si waria ke negeri seberang. Tidak ada kabar sama sekali. Si pria tampan sudah sembuh satu hari semenjak divonis terkena sariawan. Kasihan sekali si waria. Usahanya hingga kini tidak sesuai harapan.

Kerja keras si waria

Akhirnya, si pria tampan itu kembali melanjutkan kehidupannya dengan ceria. Tanpa sariawan, hidupnya menjadi lebih berarti. Di zaman itu, kebahagiaan masih diukur dengan kesehatan. Tidak ada yang bisa lebih disyukuri dari nikmatnya hidup. Pria tampan itu adalah salah satu mamalia yang sangat menghargai arti tubuh sehat.

Di zaman yang belum ada internet itu, si pria tampan bekerja sebagai seorang penjaga warnet. Kerjaannya sederhana, cukup memantau agar anak-anak tidak membuka video-video panas, seperti cara membuat bakso atau sup tulang iga. Dikhawatirkan kalau anak-anak mempraktekannya, kuah panas bisa melepuhkan bokong sehingga buang sulit buang air besar.

Tiba-tiba, suatu sore, saat si pria tampan sedang giat-giatnya bekerja di warnet (yang sekali lagi, zaman itu belum ada internet), tiba-tiba datanglah seorang wanita cantik yang mengaku kalau dia adalah nenek moyang Selena Gomez. Mereka berkenalan, dan akhirnya si wanita cantik itu mengambil paket begadang di warnet, untuk main game online.

Genap tujuh hari semenjak si pria tampan dan si wanita cantik saling berkenalan. Mereka sudah semakin akrab. Kini mereka sudah tahu nama lengkap satu sama lain.

Akhirnya, mereka merajut kasih hingga waktu untuk naik pelaminan sudah dekat. Sangat dekat. Kebetulan waktu itu nikah di usia muda masih wajar sehingga banyak bapak-bapak tua berjenggot putih, mulai berburu para perawan muda yang baru lulus SMP.

Di tengah penantian menuju rumah tangga yang bahagia, si pria tampan tiba-tiba mengalami PLBK (Penyakit Lama Berkembang Kembali). Sariawan. Ini benar-benar mengganggu bagi si pria tampan. Dia takut, saat di pelaminan ada sesi foto bareng, wajahnya jadi jelek karena sariawan akan membuat bibir bagian bawahnya jadi lebih seksi ke depan, lima sentimeter.

Si pria tampan galau, hingga akhirnya membatalkan pernikahannya lalu pergi ke negeri seberang untuk menghindari rasa malu. Ia menggunakan baju kebaya pernikahannya, untuk dijadikan bekal merantaunya ke negeri seberang. Iya, dia menjual baju itu di tukang jual-beli motor baru/bekas terdekat.

Seiring berjalannya waktu, akhirnya si pria tampan sampai juga di negeri seberang setelah sempat menghabiskan lebih dari setengah perjalanan bareng Vino G. Bastian. Kebetulan waktu itu sedang syuting film Punk In Love, dan si pria tampan dapat peran sebagai supir truk yang mengantarkan Vino dan kawan-kawannya.

Saat sampai di negeri seberang, si pria tampan ini bingung ingin melakukan apa. Setelah ia berpikir, dia ingat dengan seorang waria yang pernah merantau duluan ke negeri itu. Dia pun pergi ke angkringan terdekat dan benar saja, si waria itu sedang sibuk menarik perhatian orang-orang yang lalu-lalang.

Si waria telah sukses di negeri seberang

Si pria tampan menghampiri waria itu. Namun alangkah terkejutnya ketika waria itu malah mencaci-maki-nya seperti ini : “Aduh cucok... I Love You. Gimanroses caranya, kok bisa Yey sampuna di sini...? Ih.... Eyke melayang...”

*Translate : “Hey Tampan... Aku Cinta Kamu. Gimana caranya, kok kamu bisa sampai di sini...? Ih.... Aku terharu...”

Dihadapkan dengan cacian seperti itu, akhirnya si pria tampan memutuskan untuk pergi ke kantor Gubernur. Dia punya keluhan, kenapa para waria tidak ada yang bisa kena sariawan. Dan akhirnya, Sang Gubernur menjawab pertanyaan itu dengan menjadikan si pria tampan sebagai waria berkelas. Tugas pria tampan saat itu, cukup sederhana. Jadi model sampul majalah Bobo.


Selama jadi model sampul majalah dewasa itu, si pria tampan bisa meraup banyak penghasilan tiap bulannya. Setelah satu tahun menabung dari hasil keringatnya, akhirnya si pria tampan bisa membeli sebuah handphone. Handphone ber-merk terkenal ini, berbentuk seperti jam tangan dengan model iklan seorang pria penyanyi solo yang berkacamata.

Bangga akan hasil keringatnya, si pria tampan akhirnya kembali pulang negeri asalnya. Dia berniat untuk mempersunting kembali calon istrinya yang sempat gagal menikah karena sariawan. Dia berniat untuk membangun bahtera rumah tangga yang sejahtera.

Sesampainya di sana, alangkah terkejutnya si pria tampan saat calon istrinya dahulu, sudah memiliki sembilan orang cucu yang sedang berkecimpung di dunia GirlBand. Hati pemuda tampan itu pun hancur, dan berniat mengakhiri hidupnya dengan mengadopsi tujuh orang pria untuk dijadikan Boyband. Dan seperti yang diharapkan, Boyband itu melejit hingga akhirnya si pria tampan sukses di kenal sebagai pencetus Boyband di dunia. Ia menjadi legenda.

Cover Girlband buatan si wanita

Album perdana Boyband buatan si pria

Suatu waktu, saat sedang asik menikmati kejayaan karirnya, si pria tampan membuat sesuatu yang dinamakannya ‘mesin waktu’. Atau bahasa Sunda-nya itu, ‘Time Machine’. Ia berniat untuk kembali ke masa lalu dan merubah semuanya. Ia masih ingin menikah dengan si wanita yang bertemu dengan dia di warnet dulu.

Namun, kesalahan sistem otaknya kembali terjadi. Dia menyangka kalau tombol yang bertuliskan ‘future’ adalah jalan pintas menuju masa lalunya. Dan akirnya dia malah terjebloskan ke masa depan. Masa saat partai politik di acara Pilkada sudah mencapai 40-an lebih.

Saat ini, si pria tampan telah bereinkarnasi menjadi seorang anak kost yang pemalas-nya sudah mencapai tingkat Dewa Es Dawet. Karena ini adalah masa depan, dan seharusnya ia sudah mati, maka dia tereinkarnasi dan jiwanya masuk ke dalam tubuh seorang Blogger pemula.

Namanya... Aziz Ramlie Adam.

Aziz Ramlie Adam, Pose : Wajah disamarkan

***





2 comments:

  1. sstttt... si gantengnya sedang berkomentar nihh..

    ReplyDelete
    Replies
    1. Woww... ganteng banget ...
      Gue perlu naksir gak, ya? -,-

      Delete

Eiits... jangan buru-buru exit dulu. Sebagai Pria Cakep Biasa, gue punya banyak cerita lain. Baca-baca yang lain juga ya... Terima kasih :)