Ini Ximin

Thursday, March 07, 2013

Ide Cerita Fanfic Bagian “Pulau Hantu”




Yosh! Dalam posting-an kali ini, gue bakal ‘membeberkan’ rahasia di balik Fanfic (Fan Fiction/Kisah Fiksi untuk Idola) ‘For Stella’ gue. Kebetulan ada yang bertanya-tanya, ide cerita yang di pulau tokoh Didit itu kok, keren banget. Iya... yang dari Part 23, Part 24, Part 25, Part 26, Part27, Part 28 dan Part 29.

Gue kasih tahu deh, kalau itu banyak sumbernya. Bukan ‘asli’ karangan gue sendiri. Kalau jalan ceritanya, memang original buatan gue. Tapi dari latar tempat dan mitos-mitos, gue mengambil dari kenyataan loh. Untuk yang tidak siap, sebaiknya jangan lihat gambar-gambarnya. Gue aja yang nulis ini, sempat takut ke kamar mandi pas siang-siang. Ini, nih :


1.      Pulau Poveglia

Nah, di bagian petualangan tokoh Aziz dan kawan-kawan ini, mereka berlibur ke sebuah pulau milik tokoh Didit. Nama pulau-nya, Poveglia Island. Pulau ini benar ada, loh.

Pulau Poveglia ini terletak di Italia. Tepatnya, antara Venezia dan Lido di Lagoon Venezia. Pulau yang terbagi dua oleh sebuah kanal ini, sangat tertutup dan tidak bisa sembarangan dikunjungi. Tentu saja karena memiliki sejarah yang kelam.

Sekitar tahun 1576 (gue belum lahir), Italia terserang wabah besar yang bernama ‘black plague’. Penyakit ini belum ada obatnya dan sangat mematikan. Karena itu, terbuatlah pulau ini sebagai tempat pengasingan dan diperkirakan sekitar 160.000 korban jiwa telah meninggal di sana. Perlakuan mengerikan dari orang-orang yang menganggap bahaya penyakit itu, diperlihatkan ketika siapa saja yang dianggap memiliki tanda-tanda ‘black plague’, walau seorang bayi sekalipun, dibakar dan dicampakkan begitu saja di lubang-lubang hasil galian. Mayat dibiarkan membusuk.

Pada tahun 1922 (gue masih belum lahir), dibangun sebuah Rumah Sakit Jiwa di pulau itu. Di sana, terdapat seorang ‘Dokter Gila’ yang melakukan eksperimen terhadap pasien-pasiennya. Kekerasan sang Dokter dengan menggunakan palu dan bor tangan manual terhadap para pasiennya, membuat sejarah pulau semakin kelam. Beberapa lama kemudian, banyak pasien yang mengalami gangguan akibat roh pulau itu. Tentu saja, orang-orang menganggapnya wajar karena pada awalnya mereka memang mengalami gangguan jiwa.

Tidak lama, Dokter Gila yang memimpin Rumah Sakit Jiwa itu dikabarkan meninggal setelah jatuh dari menara lonceng Rumah Sakit. Menurut beberapa kabar, mungkin Dokter itu didorong dari atas oleh arwah yang tidak tenang.

Sampai sekarang, tidak ada nelayan Venezia yang berani mendekati pulau itu. Dikabarkan masih sering terdapat penampakkan dan suara lonceng. Padahal, lonceng itu sendiri sebenarnya sudah tidak ada di pulau itu.

Serem, ya? Yang jelas, rumah gue bukan di situ.


Tampak pulau Poveglia.


Kalau hitam-puth gini, kelihatan lebih seram deh.


Lubang galian yang terisi oleh tumpukan mayat


Ruang eksperimen


Bukan rumah gue!

2.      La Isla de La Munecas

Jujur, gue masih tidak bisa menyebut nama-nya dengan benar. Iya, ini berasal dari Mexico. Kita sebut saja Pulau Boneka. Di Fanfic gue, pulau boneka ini terdapat di bagian belakang Pulau Poveglia milik tokoh Didit. Di situ, gue sebut sebagai ‘kebun’ karena hanya sebagian daerah yang memiliki boneka di setiap pohon.

Kenyataannya, pulau ini sendiri merupakan sebuah pulau kecil yang terdapat di kanal Xochimilco, bagian selatan Mexico. Namun berbeda dengan Poveglia Island. Tempat ini tidak dilarang untuk dikunjungi, malah menjadi tempat wisata bagi siapa saja penggemar hal-hal yang spooky seperti ini.

Sejarahnya, sekitar tahun 1950 (lagi-lagi gue belum lahir), terdapatlah seorang pria bernama Julian Santana Barrera yang menetap sendirian di pulau kecil ini. Menurut kabar, Don Julian yang sudah berkeluarga ini sering diteror roh seorang gadis kecil yang tenggelam di salah satu kanal di sekitar pulau itu. Ia lalu mengumpulkan banyak boneka dari berbagai tempat sampah untuk menenangkan roh tersebut. Boneka-boneka itu terlihat di seluruh pulau, terutama di pepohonan.

Selama kurang lebih 50 tahun, Don Julian mengumpulkan banyak boneka berbagai macam rupa. Hingga seiring berjalannya waktu, boneka-boneka itu semakin terlihat seram. Banyak yang memiliki pandangan mata mistis, dengan anggota tubuh yang termutilasi.

Don Julian sendiri ditemukan telah meninggal dunia pada 17 April 2001. Dan anehnya, tempat kematiannya sama persis seperti gadis yang tenggelam di kanal. Keluarganya pun memutuskan untuk meneruskan menjaga pulau itu, dengan hasil dari sumbangan para dermawan dan wisatawan.

Sampai sekarang, pulau yang tidak memiliki pasokan tenaga pembangkit listrik ini masih sering dikunjungi.


“Selamat datang!”


“Ayuk, sini ngumpul bareng kami!”


“Dasar cowok lebay!”


“Bulu mata gue cantik, kan?!”


“Tolong... Selangkangan gue nyangkut!!”

3.      Ritual Zoroaster

Mulainya dari mana ya? Habisnya menurut beberapa sumber yang gue baca, kata-katanya berat semua. Hahaha. Karena gue tidak terlalu suka copy-paste, maka gue akan jelaskan dengan bahasa yang sederhana. Kalau kurang jelas, kalian bisa cari sendiri. Huehehe.

Zoroaster adalah bahasa Yunani yang mendasari filosofi aparan Zarathustra yang melahirkan sebuah agama yang disebut Zoroastrianisme di daerah Persia Kuno, atau sekarang kita kenal sebagai Iran.

Agama Zoroaster yang menganggap api sebagai Tuhan mereka ini, punya ritual yng mengerikan dalam hal mengurus kematian. Yaitu jika ada yang meninggal, maka jasadnya akan dibiarkan membusuk di sebuah bangunan berbentuk lingkaran, hingga habis dimakan oleh burung pemakan bangkai. Di Fanfic gue, ini adalah tempat berbau busuk di mana tokoh Cindy dan Sonya menahan temna-teman Aziz. Mau tahu ceritanya? Baca, dong... Hohoho.

Kepercayaan akan penyembahan Ahura Mazda atau “Tuhan yang bijaksana” ini, menganggap ritual seperti ini merupakan suatu kemuliaan terhadap manusia yang meninggal. Tidak habis pikir, ya... Hiiy.

Berikut beberapa fotonya, diharapkan jangan diteruskan kalau merasa tidak kuat. Pffft.


Ini gambar sekarang


Ilustrasi pada zaman dulu


Cara mayat dibiarkan membusuk pada ritual


Jasad-jasad yang menunggu burung pemakan bangkai


Gue tutup mata pas ngelihat ini!

Nah, akhirnya kita sampai di penghujung tulisan ini. Ahahaha. Pesan gue, kalau ingin membuat cerita yang menarik, kita perlu ide yang menarik juga. Banyak sumber cerita nyata yang bisa ‘membumbui’ cerita buatan kita. Tidak perlu sama persis. Seperti yang gue lakukan, gue mengambil dari beberapa sumber dan gue kombinasikan dengan imajinasi gue. Hasilnya ya lumayan lah. Minimal buat bikin senang diri gue sendiri.

Bagaimana? Tertarik untuk membuat cerita fiksi sendiri? Ayo!





12 comments:

  1. Komen 'keren'-nya sih oke... Tapi, saya bukan 'mbak-mbak' -.-

    ReplyDelete
  2. Replies
    1. Hehehe... Apalagi kalo punya rumah di salah satu tempat itu ya? pffft

      Delete
  3. This comment has been removed by a blog administrator.

    ReplyDelete
  4. Serem... bikin bulu ketek serta rambut dan bulu kuduk berdiri nih... Untung aja, hantu-hantu pada takut sama muka saya.

    Kalo gak salah para pengunjung pulau boneka sempat mengatakan bahwa mereka mendengar bisikan dari boneka-boneka.

    Lumayan nih, belum pernah denger nomor 3

    ReplyDelete
    Replies
    1. Bonekanya ngebisikin apaan tuh? Haahaha

      Ngomongin yang nomer tiga, saya juga baru tahu. Semenit habis baca ceritanya, saya jadi susah buang aer besar ._.

      Delete
    2. Hem... Soal bisikan bonekanya sih, aku gak tau secara pasti.
      Tapi kalo menurut perkiraan saya sih pasti bisikanya miripan seperti...
      "Lain kali kalo ke sini bawa oleh-oleh ya"

      On the spot pernah bahas tentang pulau boneka cuma aku lupa apa aja yang dibahas <_<

      Delete
  5. aku pengen deh hanimun ke tempat2 itu ^^ tapi sayangnya calon suami gak mau hihihi

    ReplyDelete
    Replies
    1. Titip salam buat calon suaminya ya. Tolong kasih tau kalau watak dia dan saya itu sama banget -,-

      Delete
  6. Trs fenfic ny d share dmna.?? Aku mau baca jg donk.. :) kya ny seru tuh cerita ny :)

    ReplyDelete

Eiits... jangan buru-buru exit dulu. Sebagai Pria Cakep Biasa, gue punya banyak cerita lain. Baca-baca yang lain juga ya... Terima kasih :)