Dampak Konflik Eyang Subur Terhadap Alur Kehidupan Masyarakat



Posted By : Abang Penjual Sate



Hai para pembaca (khilaf) blog ini, jumpa lagi dengan saya Prof. Dr. Aziz Ramlie Adam Mip., Mperan., Mpang., Mber., Cetar-membahana-pasir-pantai-putih-bersih., di tesis saya yang entah sudah keberapa. Di kesempatan yang berbahagia bagi siapapun yang dompetnya masih banyak berisikan uang pecahan 50 ribu rupiah ini, petama-tama saya ucapkan turut bersedih karena tokoh Rumana di Tukang Bubur Naik Haji The Series sedang mengalami demam. By the way, sosok kayak Rumana itu adalah cewek idaman, loh. Sudah cantik, pintar, baik hati, rajin ibadah, masuk tv lagi. Maaf, ketahuan deh kalau saya fans berat dengan Haji Muhidin.

Mungkin sekarang sudah banyak yang bertanya-tanya, kalau seorang Master sesat professional seperti saya  ini, sebenarnya ingin membahas apa? Oke, karena saya adalah salah seorang pria labil abad millennium, maka saya juga ingin ikut membahas hal yang mainstream seperti yang sudah ramai beredar. Ya… apalagi kalau bukan soal konfil Bang Adi dan Eyang Subur.

Sebenarnya, saya sendiri mengenal Eyang Subur sudah cukup lama. Kira-kira seminggu yang lalu. Entah apa yang membuat saya tertarik untuk ikut membicarakan si Eyang yang menurut saya, tidak pernah gagal kalau lagi panen padi (maklum, subur). Nah, maka dari itu, saya mulai melakukan beberapa penelitian dan sempat menghasilkan beberapa hipotesa. Saya harap, saat Eyang membaca ini, dia berkenan untuk memberikan saya sebuah mobil Ford baru yang lagi eksis di iklan televisi.

Penelitian yang saya lakukan bertajuk : ‘Dampak Konflik Eyang Subur Terhadap Alur Kehidupan Masyarakat’. Iya… sama seperti judul tulisan saya ini. Tema ini saya dapat dari salah seorang teman saya yang berinisial DB (Dugong Bercula) yang sejak awal konflik Eyang dan Bang Adi mencuat, dia selalu mengikuti semua jenjang beritanya tanpa terkecuali. Hebat… saya dengar-dengar, si DB ini pernah dikasih uang 50 ribu saat berjabat tangan dengan Eyang. Usut punya usut, ternyata itu bukan Eyang Subur. Tapi hanya sesosok kakek biasa yang punya profesi pekerjaan sebagai rentenir. Kasihan…

Nah, menurut penelitian saya, dari beberapa segi akibat yang ditimbulkan karena konflik ini, ada beberapa bagian besar dimana akan kita bahas satu-persatu di bawah ini. Saya harap acara Mister Tukul Jalan-Jalan bisa ngundang seluruh member JKT48 untuk syuting. Amin.

1.       Pertama, dampak konflik Eyang terhadap ekonomi adalah, maraknya gosip yang beredar. Tiap menonton infotainment, ibu-ibu banyak yang mulai terintimidasi. Mereka jadi kurang memperhatikan masalah rumah tangga. Kasihan suami-suami mereka yang sebagian bahkan berjuang keras untuk mencari nafkah.

Hubungannya? Tentu saja karena keseringan gosip, maka para ibu-ibu jadi lupa memasak makanan buat suaminya, akhirnya si suami jadi galau dan mogok kerja. Macet deh.

2.       Kedua, konflik Eyang juga mengakibatkan banyak orang untuk menunda pernikahan. Sederhananya, banyak yang ingin menunggu tua terlebih dahulu, lalu kelak melakukan gerakan besar-besaran untuk mencari pasangan yang masih pada muda. Alasannya sederhana : biar masuk acara gosip di tipi-tipi. Lumayan kan, sensasional.

3.       Ketiga, ini sungguh memprihatinkan. Katanya, kalau mau sama Eyang, hidupnya bakal terjamin. Ini keji, namun tidak menutup kemungkinan akan ada orang yang menjual anak gadisnya ke Eyang. Kasihan…

4.       Baru-baru ini, Bapak Presiden kita, Pak SBY, meluncurkan akun Twitter. Saya kurang paham, bagian mana yang berhubungan dengan Eyang Subur. Namun perlu anda ketahui kalau saya sudah follow akun resmi Pak SBY.

Yang saya pikirkan adalah, bagaimana jika Eyang Subur tiba-tiba mengumumkan akun Twitter resminya? Silahkan tebak, banyak followers beliau, atau Justin Bieber?


5.       Ini inti dari semuanya : karena banyak yang bicarain Eyang, maka banyak pula masyarakat yang tidak fokus terhadap kehidupannya.

Nah, mungkin itu dulu beberapa akibat konflik Eyang Subur yang bisa saya jelaskan. Saya harap anda tidak kecewa dengan tesis berharga saya ini, yang saya tulis dengan lelah dalam waktu sepuluh menit. Satu harapan saya, jangan sesekali anda dan pasangan anda (yang pacaran) memakai T-shirt couple. Kenapa? Karena jika saya tahu, saya akan menertawakan anda sambil berteriak “Wah… ada pembagian baju partai baru nih”.

Sekian yang bisa saya sampaikan. Kritik dan saran bisa langsung transfer ke rekening saya. By the way, kalau punya analisa lain tentang dampak konflik Eyang subur, silahkan share di comment box ya. Komentar anda, mengalihkan dunia saya. Muahahaha :)

 ***

Original Story : Aziz Ramlie Adam 
Writer : Abang Penjual Sate
Editing :  Peternak Domba, Tengkulak Ikan Pesut #TeamArticle

No comments:

Post a Comment

Eiits... jangan buru-buru exit dulu. Sebagai Pria Cakep Biasa, gue punya banyak cerita lain. Baca-baca yang lain juga ya... Terima kasih :)