Berjalan dari Dalam Hati

2013/05/20

(Blogwalking) Cara Mengupil yang Baik dan Benar


 Posted by : Pejalan Kaki



Selamat hari berbahagia wahai saudara-saudaraku pembaca setia blog nista ini. Hari ini gue akan memberitakan sesuatu yang unik. Seperti biasa, gue nyasar ke blog orang lain dan menemukan artikel bagus. Apa lagi kalau bukan sesi… ‘Blogwalking’.

Nah, sebenarnya gue dan penulis artikel ini seperti memiliki kontak batin. Dengan lugasnya si penulis artikel koplak ini menuliskan tip-tip aneh, dan dengan polosnya tiba-tiba gue jadi pengin mencari tahu topik yang sama sehingga bisa dapat artikel-nya.

Kebanyakan basa-basi ntar malah bisa jadi bubur. Sekian pembukaan awal, dan semoga terhibur! :)





Cara Mengupil yang Baik dan Benar


Halo Agan dan Sista, kali ini saya akan membahas tentang ngupil! Tenang dulu, ini bukan membahas kepribadian lewat cara mengupil loh, karena semua manusia itu berbeda termasuk cara mengupilnya.

Sebenarnya, ada yang tahu nggak sih, ngupil itu siapa pencetusnya sehingga SEMUA orang di bumi ini bisa mengupil? Meski lewat penelitian panjang, sepertinya sangat susah untuk ditelusuri.

Saya tahu kok, jika para pembaca sekalian pasti sudah pada jago cara mengupilnya. Bahkan sudah banyak yang bisa ngupil sambil merem kayak para Mentalist. Tapi nggak ada salahnya kan, saya membahas ‘Cara Mengupil yang Baik dan Benar’ biar cara ngupil kita bisa seragam. Huahahaha….


1.       Galilah lubang hidung anda sendiri

Jangan sampai kalian pas lagi ngupil, malah ke lubang hidung orang lain. Dijamin orang yang bersangkutan bakal males banget.

Komentar gue : Gue sering banget tuh salah ngupil. Tapi menurut pengalaman, korban salah ngupil gue mukanya bukan malah jadi malas. Tapi jadi merangsang kayak kodok baru nikah.

2.       Gunakan jari yang sesuai dengan diameter hidung anda

Ini penting loh, jangan sampai kalau hidung kalian yang (maaf) pesek, digali dengan ibu jari a.k.a Jempol. Kasihan hidung kalian, entar jadi melar lubangnya.

Komentar gue : Sial! Gue sering banget salah pilih jari untuk urusan ngupil-mengupil. Walau sebenarnya, gue ini hobi banget ngupil pakai jempol.

3.       Jangan menggali terlalu dalam

Hati-hati ya, entar kalau kalian mengupil terlalu dalam, yang kalian dapat bukan hanya upil. Tapi juga… lumpur lapindo alias umbel. Kan jijay tuh, kalau ada ijo-ijo keluar dari lobang hidung. Hiiiy…

Komentar gue : Ntar, gue muntah dulu. Ini cukup ekstrim ngebacanya. Karena gue nggak mungkin kasih gambar tentang ijo-ijo dari hidung, maka gue akan promosiin aja, apa yang ijo-ijo, tapi sehat buat anak kost.
Mie goreng... sambel ijo...

4.       Jangan mengupil dua lubang sekaligus

Kalau ngupil jangan dua lubang sekaligus. Satu saja dulu, nikmati prosesnya… lagian kalau orang lain lihat, kan bisa geliiii…..

Komentar gue : Itu dinikmatin satu-satu, ngupil apa makan ChungkyBar? Intinya sih ya, gue like banget sama hal ngupil dua lubang. Sorry bro, untuk kali ini gue nggak bisa mengikuti saran dari elo.

5.       Bersikap NORMAL saat mengupil

Cukuplah jika kegiatan mengupil anda berjalan apa adanya tanpa membayangkan yang tidak-tidak, apalagi disertai dengan desahan-desahan erotis dan lidah membasahi bibir. Entar kamu dikira lagi ngupil plus plus.

Komentar gue : Bro, ngupil sambil mendesah itu nikmat. Gue yang jamin.


6.       Jangan berlaga anak seni

Meski kalian lulusan dari jurusan seni, jangan sekali-kali mencoba membentuk upil menjadi mobil, pesawat, atau anime. Cukup dengan dipelintir dan dijadikan bola upil yang menawan. Itu sudah seni kok.

Komentar gue : Oh yeah! Gue sebagai anak muda yang berjiwa seni tinggi tentu saja akan menghalalkan segala cara untuk berekspresi. Dan ini lah… karya gue yang terbuat dari upil…



7.       Jangan sok dermawan

Setelah mengupil dan mendapatkan Treasure, jangan sekali-kali anda bersikap sok dermawan dengan berbagi hasil dengan teman kantor atau teman kampus. Bukanlah pujian yang akan anda dapatkan, tapi malah tanda tangan di wajah (biasanya disebut dengan ‘tampar’).

Komentar gue : Dalam kehidupan sehari-hari, ini sering terjadi…


8.       Bersikap adil

Satu hal yang perlu diingat, sila ke-lima mengajarkan kita untuk bersikap adil. Jadi, jangan pernah mengupil satu lubang saja, karena itu tidak mencerminkan perilaku adil. Kan bahaya, kalau lubang yang satunya cemburu terus nggak mau ngebuka lagi pas kita pengin ngupil.

Komentar gue : Ah… dari pada ribet satu persatu, gue tetap pada prinsip semula : mengupil dengan dua lubang sekaligus.


9.       Cintai lingkungan

Setelah mengupil dan telah terbentuk bola-bola kecil, alangkah baiknya jika bola itu langsung dibuang di tempat sampah. Jangan sekali-kali menyelipkan di bawah meja atau ditempel pada dinding, karena kasihan orang yang memegangnya ntar. Jadi, kalau saat itu sedang tidak ada tempat sampah, boleh lah jika bola itu dikantongin dulu atau diselipkan di dompet biar tidak hilang. Dan kalau sudah tidak ada tempat sampah sama sekali di muka bumi ini, silahkan kalian (maaf) telan saja bola itu.

Komentar gue : Urusan makan-memakan yang ekstrim, kita serahkan pada om Limbad…


Oke… mungkin cuma itu tips dan trick dari saya. Ingat,

Ngupil itu Seni!

***

Original Story : Tablet Mahasiswa

Writer : Pejalan Kaki

Editing : LanggananAngkot, KorbanTaksi Argo #TeamBlogwalking

Draft : 19-Mei-2013



1 comment:

  1. mantap dah artikelnya saya suka

    http://acemaxs86.com/
    http://acemaxs31.com/
    http://apotekgumilar.com/

    ReplyDelete

Eiits... jangan buru-buru exit dulu. Sebagai Pria Cakep Biasa, gue punya banyak cerita lain. Baca-baca yang lain juga ya... Terima kasih :)