Berjalan dari Dalam Hati

2013/05/20

Pria dan Infotainment


 Posted By : Neneknya Aziz



“Ih… Geli!”

“Kampret… Jijik banget!”


Itulah yang terucap waktu gue dan Abiel, nonton infotainment. Bukan berarti gue membenci infotainment, karena justru kebalikannya, gue doyan dengan konsumsi publik yang satu itu.

Mengapa gue dan teman gue, Abiel, jadi berlomba untuk menghardik infotainment? Itu semua karena beritanya… begitu membahana!

Jadi ceritanya, di hari minggu pagi kemarin yang diawali dengan hujan (sehingga gue nggak bisa joging buat ngecengin cewek-cewek seksi), gue iseng pencet-pencet remote TV untuk mencari tontonan yang seru. And then, gue malah ketemu acara gosip yang cukup spektakuler di sebuah stasuin TV swasta yang punya acara musik cukup terkenal. Acara musiknya punya yell yang cukup keren sebagai berikut :

“Yeye… lalala… Yeye… lalala… Yeyeyeye… lalalala….”

Gitu deh~





Nah, balik ke acara musik… maksud gue, acara gosip… kebetulan beritanya tentang sosok fenomenal yang gue sendiri belum kenal betul. Namanya Arya Mandraguna. Oke, nama belakangnya memang terdengar agak lebay. Yah… you know lah, itu Om Arya yang beken gara-gara kasus Eyang Tandus.

Beritanya sungguh lebay wahai saudara-saudaraku!

‘Arya Mandraguna, melanglang buana mengincar cewek-cewek cantik!’

Ini mengerikan. Sosok om-om itu bisa-bisanya mendekati sosok imut-imut yang lebih cocok bersanding sama gue, Rosnita Puteri Permata. Jadi di segment pertama, acara gosip itu membahas tentang isi BBM-an antara si Om dengan si Imut itu. Gombalannya ngeri abis! Kelihatan banget noraknya.

Terus, di akhir segment pertama, tuh om-om juga dengan lantang ngomong di depan kamera, kayak gini :



Puteri, jarang loh ada yang mengungkapkan perasaannya di liputan kayak begini. Cuma aku yang berani bilang kalau aku mencintaimu. Do you marry me? Terimalah aku, jika tidak ingin tersiksa dan ingin dijamin hidup bahagia. Hehehe…

*Kemudian om Arya cengar-cengir kayak kecoa hamil*



Respon gue dan Abiel saat mendengar itu adalah… “GILA!! PEDE BANGET!!”

Iya… pede banget, padahal sudah jelas-jelas si Puteri nggak mau sama dia. Jangankan sama om Arya, sama gue aja dia masih pikir-pikir, apalagi sama Om-om.



Ini om Arya





Ini Puteri





Ini Aziz Ramlie Adam yang paling nge-top di kampungnya.


Bicara soal nama besar, entah merasa bangga atau apa, tapi sepertinya om Arya terlalu lebay dalam pergerakannya semenjak dapat gelar ‘Artis Dadakan’. Kenapa gue bilang artis dadakan? Ya kan di infotainment juga bilangnnya begitu. Gue mah ngikut aja…

Sebagai artis dadakan (lewat kasus yang juga mendadak), seharusnya om Arya punya sedikit etika kalau diliput. Masa’ iya, dia ngeliatin isi dompetnya sambil pamer uang dollar hasil disedekahin sama Om Farhat Abbas. Terus, dia juga bangga-banggain mobil hasil ngartis-nya. B*tch please… gue bukan iri, tapi malah bersyukur, nggak punya uang dollar dan mobil hasil skandal yang nggak jelas asal-usulnya. It’s true… Demi Tuhan!



Di lain segment, dia juga bangga-banggain kalau dirinya yang dulu bukanlah yang sekarang (kayak lagunya Tegar, ya?). Katanya, dulu dompetnya nggak pernah ada isinya. Sekarang… isinya sudah banyak duit dan kartu kredit. *kemudian om Arya pamer-pamer isi dompet*

Dia juga gencar dalam pedekate ke Puteri. Sebelumnya, bahkan sudah beberapa cewek cantik yang didekatinya juga. Ampun deh gue, noraknya om Arya bikin gue berpikir kalau mungkin sebelumnya dia turun dari gunung.

Sorry, gue bukan mau menjelek-jelekkan om Arya sehingga mungkin loe yang pada ngefans sama doi jadi ngamuk. Gue cuma miris melihat kelakuan om itu di infotainment. Tapi untunglah kenyataannya, sebutan ‘Artis Dadakan’ memang cocok banget sama dia. Banget. Demi Tuhan!



Melihat sosok cowok semisal om Arya, gue jadi berpikir “Apa bener sosok cowok yang bagus itu ya kayak gitu?”

Please deh… lebay di infotainment bukan sosok cowok yang keren. Menurut gue sih, ya. Menurut loe gue nggak tahu. Begitu juga kalau menurut Om Farhat.

Tapi namanya infotainment, bisa banget bikin hasrat penontonnya berubah-ubah. Dari yang awalnya jengkel nggak jelas, akhirnya bisa berdecak kagum juga karena segment berikutnya menampilkan berita yang bagus.

Usai dengan berita om Arya, segment berikutnya dilanjutkan dengan berita dari seorang ganteng bernama Aziz Ramlie Adam. Maksud gue… Andi Arsyil. Itu… yang jadi tokoh Robi di Tukang Bubur Naik Haji the series.

Kata infotainment-nya begini : “Berbeda dengan sosok Arya yang gencar mendekati wanita-wanita cantik, Andi Arsyil Rahman, pemeran Robi di sinetron Tukang Bubur Naik Haji justru menghabiskan malam minggu di lokasi syuting.” (Kelihatan banget ye, bedanya om-om sama pemuda ganteng).

Yang bikin gue kagum dengan sosok Bang Arsyil adalah, gue dan dia sama-sama ganteng dan… sama-sama jomblo. Bedanya, dia sudah umur 25 tahun sedangkan gue masih mengenyam umur ke-18 dengan jenggot yang lumayan berkelebat.

Di infotainment itu, dia diberitakan menghabiskan malam minggu di lokasi syuting karena memang sedang menjomblo. Dia orangnya slowly. Persiapan-nya dipermatang dahulu, baru cari pendamping. Keren…

Mungkin sampai di kalimat ini, banyak yang berpikir kalau gue adalah pengagum pria-pria cakep. Eits… gue memang kagum, tapi untuk dijadikan motivasi. Bukan untuk dijadiin pacar. Demi Tuhan!

Yang hebat dari Bang Arsyil lagi, selain ganteng, adalah kenyataan kalau dia adalah seorang dosen dan pengisi seminar-seminar yang bermanfaat untuk kaum muda. Dia juga sudah punya investasi berupa tanah, punya rumah sendiri, dan apartment. Amazing! Dan yang paling keren dari dirinya adalah… cara penyampaiannya.

Tidak selebay om Arya, Bang Arsyil menyampaikan keinginannya untuk memiliki pendamping dengan cara yang sopan dan halus. Dia juga tidak pamer apa yang dimilikinya. Dia hanya tersenyum saat diliput tentang kondisi kamar apartment-nya dan lain sebagainya. Dia gigih bekerja dengan mempersiapkan terlebih dahulu apa yang diperlukan, sebelum menemukan pasangan hidupnya (oke, gue mulai terlihat seperti pengagum pria di bagian ini).




Nah! Itulah hidup wahai saudara-saudaraku!

Ada pria yang telah sukses sejak lahir karena mungkin dia keturunan raja-raja zaman dahulu. Ada juga tipe pria sukses yang memang pribadinya bagus karena sejak dini telah belajar mandiri. Dan ada juga… yang sukses tenar karena tiba-tiba terlibat suatu perkara sehingga nge-topnya juga nggak sreg di hati. If you know who I mean…


Demi Tuhan! Semenjak gue nonton infotainment dengan membanding-bandingkan sosok Om Arya dan Bang Arsyil, gue jadi berpikir “Pria yang baik itu yang seperti apa?”


Jujur seperti yang pernah gue ceritakan DI SINI, akhir-akhir ini isi kepala gue jadi lebih tua dua puluh tahun. Setiap notes gue dipenuhi dengan tulisan-tulisan tentang masa depan. Seperti rincian tabungan gue untuk beberapa tahun ke depan, gambaran desain untuk rumah gue kelak, serta plan lain yang berupa bisnis-bisnis apa yang mungkin bisa gue jalani kelak. Gue jadi merasa perlu memupuk persiapan sebelum gue berkeluarga nanti (oke, untuk bocah seperti gue ini kedengarannya sangat asing).

Tapi itulah yang gue pelajari sejak terjun di dunia kerja. Sering gue menanamkan pikiran seperti ini : “Mau jadi apa gue kelak?

Coba deh, pikirkan hal seperti itu paling tidak satu hari sekali. Misal, setiap ingin tidur di malam hari, kita mengkhayal sebentar tentang mau jadi apa kita ke depannya. Bisakah kita menggapainya? Usaha apa yang kita perlukan untuk meraih semua mimpi kita? Gue yakin… sedikit demi sedikit pola pikir  kita juga bisa jadi lebih dewasa.

Terjebaknya gue dengan khayalan-khayalan masa depan, membuat gue juga jadi lebih semangat untuk menjalani aktivitas sehari-hari. Gue sekarang sudah bisa tidur normal paling tidak 6 sampai 7 jam di malam hari. Gue makan teratur di siang dan malam hari (di saat ada uang maksudnya), dan sarapan ringan secukupnya di pagi hari. Gue juga sudah bisa olahraga teratur di Sabtu sore dan Minggu pagi, guna kesehatan jasmani dan rohani gue dalam melihat cewek-cewek seksi.

Pria itu jalan hidupnya memang unik. Jika tidak pernah sekalipun punya bagian hidup yang keras, mungkin kejantanannya perlu dipertanyakan. Misalnya gue, sekarang waktu istirahat gue hanya 6 jam di malam hari. Semua aktivitas gue jalankan sebagai pembuktian kalau kerasnya hidup gue, bisa gue jalani dengan usaha yang maksimal.

Seperti kata para pebisnis tangguh : “Dimana ada usaha, disitu ada jalan!

Iya… berusahalah, maka jalan yang baik akan mendekatimu. Jangan dibalik kata-katanya jadi “Dimana ada jalan, disitu ada usaha!”. Itu semboyan waktu dulu gue masih jadi tukang parkir liar di sekitaran mall…


Semoga tulisan gue bisa menjadi sedikit inspirasi. Demi Tuhan! Ah… capek gue niruin Om Arya mulu.

Intinya tetap semangat. Planning semua yang loe inginkan, dan cari jalan terbaik untuk mencapainya. Ingat, yang terbaik, bukan yang tercepat :)

***

Original Story : Aziz Ramlie Adam

Writer : Neneknya Aziz


Draft : 19-Mei-2013

No comments:

Post a Comment

Eiits... jangan buru-buru exit dulu. Sebagai Pria Cakep Biasa, gue punya banyak cerita lain. Baca-baca yang lain juga ya... Terima kasih :)