Ini Ximin

Sunday, May 05, 2013

Sepotong Pembukaan



Posted by : Peternak Domba

 
Ini gue, waktu umur hampir dua tahun. Serius.



Nggak terasa udah masuk bulan Mei. Entah ada apa di bulan ini yang spesial, tapi gue cuma baru nyadar aja kalau selama bulan April kemarin gue cuma kasih makan blog ini dengan tiga artikel yang tidak penting cukup menarik.

Perjalanan hidup di bulan April kemarin memang bisa dibilang cukup keras. Laptop gue yang sekarang udah fix untuk nggak bisa dipakai selamanya, semakin menghambat gue untuk menyebarkan tulisan-tulisan sesat lagi. Belum lagi masalah perbaikan kendaraan, bisnis yang gagal, sampai celana dalam yang hilang di jemuran. Ini mengerikan.


Akhir bulan kemarin gue baru saja membeli sebuah buku dari salah satu idola gue, @benakribo. Ceritanya bagus, menarik dan seperti biasa, kadang slenge-an. Tentu saja yang dispesialkan di Benabook (judul bukunya) itu adalah cerita tentang blog. Karena tahu sendiri lah, Bang Bena itu memang cukup pengalaman di bidang blogging

Bagi gue sendiri, membaca bab tentang bagaimana Bang Bena memulai karier-nya sebagai blogger, membuat gue merasa tersadarkan. ‘Gue punya blog’.

Iya… blog ini. Entah apa yang terjadi, tapi gue yakin kalau blog ini benar-benar terlantar. Padahal seperti yang diceritakan di BenaBook, nge-blog itu seru. Gue mengalami sendiri. Kita jadi bisa punya banyak kenalan baru, dan jika memungkinkan malah bisa dapat pacar baru. 

*Lagu ST12 ‘Cari Pacar Lagi’ terdengar dari kejauhan*


Realitanya, hidup gue hampir satu tahun ini dihiasi dengan blog. Sejak bulan Juni 2012 lalu, gue mulai kenal yang namanya blog dan iseng-iseng buat nulis apa yang gue mampu. Iya… kebanyakan juga memang hal-hal nggak penting. Tapi lama-kelamaan, pasti bisa kok menemukan tema yang pas buat tulisan di blog. Serius deh.

Blog bagi gue sekarang, seperti bra bagi seorang wanita yang sudah beranjak dewasa. Tidak nyaman bila tidak bersama. Pffft. Belum lagi kalau gue punya banyak ide gila untuk ditulis. Bener deh, kurang enjoy kalau nggak diekspresikan ke dalam blog, dan disebarkan ke orang banyak. Rasanya kayak kentut yang ditahan pas lagi acara pengajian. Tersumbat gitu.

Bagi yang penasaran mengapa blog ini terlantar selama dua bulan terakhir, gue akan memberikan ‘rahasia’-nya. Jika tidak kuat, lambaikan tangan ke kamera sambil buka baju. Bagi cewek cantik, lakukan hal itu sambil Skype-an sama gue. Muahahaha.


Faktor-faktor yang menghambat kegiatan blogging Aziz :

1.       Laptop yang wafat.

Perlu diketahui, seumur hidup, gue cuma punya satu laptop yang menemani gue dari zaman sebelum Ibu Kartini menegakkan emansipasi. Saking tua-nya Si Donita itu (nama laptop gue), keyboard-nya rusak setengah-setengah. Dalam artian, ada beberapa huruf yang nggak bisa dipakai. Sengaja nggak gue perbaiki demi kelangsungan hidup gue sendiri.

Sekitar tanggal 12 April lalu gue pulang kampung. Siap-siap aja. Takut nggak bakalan bisa pulang sampai akhir tahun karena masa kontrak kerja gue sampai Oktober. Rencananya mau sekalian baikin laptop. And then, layar LCD-nya ternyata ikutan rusak. Akhirnya gue putuskan untuk meninggalkan dia di kampung halaman tanpa memberikan wasiat apapun. Gue harap dia bisa tenang sekarang. *Kecup basah*


2.       Padatnya kegiatan.

Di awal April juga, gue sudah punya pekerjaan yang masih terhitung sebagai karyawan kontrak. Gue pernah ceritakan DI SINI. Saking giatnya gue cari duit, gue bahkan tidak punya waktu buat mikir apa yang bakal gue tulis buat update blog gue. Oke, gue lagi mikir juga gimana caranya ngatur waktu supaya semua kegiatan gue termasuk blogging, bisa tetap berjalan lancar. Lebih lancar dari buang air besar di pagi hari.

Sebenarnya gue tidak hanya fokus pada satu pekerjaan saja. Tiap pulang dari DC Indomaret, gue langsung menuju mall tempat om gue punya usaha (pernah gue ceritakan DISINI), untuk bantuin dia hitung-hitung buat nambah uang jajan. Jadi, di Indomaret adalah uang bulanan, sedangkan di tempat Om Ome, buat uang harian. Jenius.

Tiap pulang malam, gue langsung terkapar. Seharian gue gerak, akhirnya bisa juga mendarat di kasur (yang dulunya) empuk, sambil memejamkan mata. Esok paginya gue bangun lagi dan mengulang aktivitas yang sama. Waktu buat nulis? Lagi-lagi tertunda.


3.       Weekend yang sempit.

Sekarang gue hanya punya waktu satu hari buat santai-santai. Yaitu hari minggu. FYI, kalau kalian sudah nge-fans sama gue dari zaman nulis apa-apa masih di batu, kalian pasti tahu kalau gue ini punya salah satu hobi yang sangat menyenangkan ; liburan. Bagi gue, holiday adalah saat dimana semua isi kepala gue dibersihin dan diisi dengan hal-hal yang lebih bermanfaat biar nggak berat. Dan sekarang, semua itu hanya tinggal kenangan karena gue cuma punya jatah santai di hari Minggu. Iya… hanya satu hari.

Bagi gue, satu hari libur sama sekali tidak cukup. Isi kepala gue butuh refreshing yang lebih dari 24 jam. Lagipula, waktu satu hari itu sudah terpakai cukup banyak buat bersih-bersih kamar, cuciin baju, merangkum catatan khusus selama enam hari kerja, dan buat agenda baru buat enam hari selanjutnya. Ini mengerikan! Karena sisanya lagi-lagi gue harus ke tempat Om Ome buat melanjutkan hidup gue satu hari ke depan.

4.       Banjir.

Samarinda oh Samarinda… Bagi kalian yang belum pernah mendarat di kota ini, lebih baik urungkan niat kalian untuk menetap di sini. Cukup. Penduduknya sudah cukup padat. Malah menurut gue, Kota Samarinda ini adalah Ibukota Provinsi yang mirip banget sama Ibukota Negara kita yang tercinta ini. Tentu saja sama di bidang padat penduduk, macet, dan… banjir. *Senyum sambil kedip-kedip mata*

Sebenarnya faktor banjir sendiri sudah gue ketahui semenjak tulisan gue DI SINI. Tapi yang jadi masalah, kenapa selama dua minggu ini, tiap jam tiga sore lewat beberapa menit, PASTI hujan? Iya… dan air yang belum sempat surut terus-terusan ditambah oleh air hujan yang baru. Alhasil, banjir di mana-mana malah semakin tinggi. Gue sampai sempat niat mau bikin tambak ikan di jalan raya.

Hubungan banjir sama blog gue? Sebenarnya gue juga tidak tahu di mana sambungannya. Alasan ke empat ini hitung-hitung buat bikin panjang tulisan aja. 

5.       Jomblo.

*Maaf, keyboard-nya rusak*



Nah, mungkin itu dulu sedikit pembukaan dari gue. Mari kita bersama-sama berdoa agar blog ini lebih sering update sehingga gue bisa terus senyum-senyum pas baca komentar-komentar serta G+ dari kalian semua. I love you full. Lebih full dari kapasitas tandon air Bapak Kost. 

Berhubung gue lagi baik hati, gue bersedia menampung saran kalian tentang tulisan seperti apa yang sebaiknya gue masukkan ke blog ini agar makin rame. Punya saran? Atau curhatan yang bisa bikin nangis? Silahkan share di Comment Box.

Sekian dan Terima Belaian.


***
Original Story : Aziz Ramlie Adam
Writer : Peternak Domba
Editing : Abang Penjual Sate, Tengkulak Ikan Pesut #TeamArticle

7 comments:

  1. *Uhuk* Kak, gue gak ngerti apa hubunganya jomblo sama blogging...

    Tapi kalau hubungan banjir sama blogging sih, ngerti. :|

    Oh iya..
    Leaper turut berduka cita atas Donita. *Tembakan penghormatan*

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hubungan jomblo sama blogging adalah... Gue nggak bisa nulis tentang pacaran di sini =.=

      Terima kasih tembakannya. Tembakan indah itu sukses kena pantat gue...

      Delete
  2. Replies
    1. Yah... rotinya baru saya terima hari ini. Untung belum jamuran. Wahaha...

      Delete
  3. kelanjutannya fanfic gimana nih masberoo ?? hehe

    ReplyDelete

Eiits... jangan buru-buru exit dulu. Sebagai Pria Cakep Biasa, gue punya banyak cerita lain. Baca-baca yang lain juga ya... Terima kasih :)