Ini Ximin

Saturday, August 31, 2013

Curhat Sebentar dan Review Buku Kevin



Selamat berakhir pekan wahai insan muda (oke… yang tua juga) Indonesia dan sekitarnya. Kabar kalian baik? Sama dong, gue juga lagi kurang sehat. *Batuk-batuk unyu*

Sebelumnya gue pernah cerita kalau gue vakum ngeblog lebih dari satu bulan karena ada liburan. Nah, sewaktu liburan itu, gue sebagai anak gaul, pasti mengalami hal yang namanya ‘Cinta Musiman’.


Cinta Musiman adalah cinta yang bersemi di saat musim tertentu. Pada anak gaul, biasanya terjadi pada saat liburan semester. Bisa juga pada musim rambutan, musim kawin reptil, sampai musim pasang nama pacarnya di bio akun Twitter”-  Aziz Ramlie Adam, Pria Cakep Biasa, mantan preman Taman Kanak-kanak.


Selama pulang ke kampung halaman kemarin, gue banyak menghabiskan waktu bareng anak-anak Fans JKT48 Tana Paser. Kebetulan ketua komunitas fans-nya adalah mantan gitaris metal idola gue dulu semasa SMP. Dunia memang kejam. Seorang ber-skill tinggi di bidang gitar macam teman gue itu, bisa-bisanya jadi alay-alay light stick. Tapi nggak apa-apa, dia masih bisa mengontrol sifat fanatiknya.

Saking seringnya kami berkumpul, mulai dari sekedar cover lagu JKT48, ikutan gathering, sampai cuma nongkrong-nongkrong biasa, akhirnya gue kecantol sama salah seorang anggotanya. Iya, cewek.

Ceritanya waktu lebaran kedua, malam, kami berkumpul di sebuah kedai makanan. Waktu itu ada anak cewek lagi pakai jaket yang corak dan warnanya sama banget kayak baju gue. Tapi waktu itu gue lagi nggak pakai baju yang mirip itu. Gagal deh, dibilang couple.

Cewek itu juga pakai topi gaul kayak punya rapper-rapper barat gitu. Karena topinya agak turun ke bawah, mukanya jadi samar-samar kelihatan. Selain itu, meja gue dan dia jauhan, trus dia pendiam dan kebanyakan tundukin kepala. Tapi entah kenapa, ngelihat rambutnya aja udah seneng. Apakah ini tanda-tanda? Sabar….

Dua hari berlalu. Gue yang sebenarnya terus bertanya-tanya dalam hati, siapakah cewek misterius itu, akhirnya mendapatkan jawaban. Sebut saja namanya Roni. Maaf ye, namanya laki banget. Dan nyeseknya, gue tau hal itu dari temen gue sendiri yang ternyata adalah pacarnya si Roni. Kenapa gue baru tau? Ternyata, sejak malam lebaran kedua, temen gue juga naksir dan start duluan. Gue kalah. Gue pengen jadi adeknya Lorenzo.

Awalnya gue pikir, “Ah… paling cuma Cinta Musiman”, tapi ternyata enggak. Gue kepikiran terus, hingga kurang lebih 10 hari kemudian, mereka putus. Entahlah ada masalah apa, gue nggak mau ikut campur lebih dalam. Gue nggak bisa berenang.

Setelah mereka putus, baru gue curhat ke temen gue itu kalau gue juga naksir sama mantan-sepuluh-hari-nya. Rada nggak enak juga, tapi sebagai sahabat yang baik hati (kita temenan dari SD), dia menyarankan gue untuk mendekati mantan-sepuluh-hari-nya itu. Paling nggak, membawa Si Roni itu menuju move on yang baik dan benar. Yah… begitulah Cinta Musiman. Cepat kenal, cepat suka, cepat nembak, cepat berakhir….


Apa gue juga begitu? Kagak…. Kenyataannya, ini bukan Cinta Musiman. Ini masih berlanjut sampai sekarang.

Lanjut pacaran?

Nggak…. #NangisDiRawaBelakangKost. Tapi… Roni udah tau gimana perasaan gue. Iya, sebagai seorang yang lumayan jago mengukir kata-kata ngaco romantis, ternyata skill gue berhasil juga buat sepik-sepik. Walaupun nggak gaul karena kami nggak jadian, tapi sekarang sudah berasa lebih indah. You know, laah… cewek lebih suka kakak-adean dulu, baru kalo udah jenuh, mereka bakal pergi dengan sendirinya. Oke, ini nyesek.

Ntar, ada Ibu kost gue nagih uang listrik.

Di balik hubungan yang aneh ini, gue mau kasih tau sebuah rahasia. Sabar, jangan nangis dulu.
Roni masih… kelas 3 SMP….



Oke! Daripada ntar malah berlanjut jadi artikel, “Alasan Mengapa Seorang Pedofilia Lebih Panjang Umur”, mending kita lanjut ke bahasan berikutnya. Iya… ini pengalihan topik yang beralasan.

Hari Minggu kemarin, hampir seminggu yang lalu, gue menanjakkan kaki di kosan kembali. Rasanya kosan gue lebih adem dari terakhir gue tinggal satu bulan yang lalu. Sayangnya, ada pihak lain yang memanfaatkan kenyamanan kost gue ini. Iya, para kecoa yang sudah gue ceritain di postingan sebelumnya.

Selagi asik ngadem, Bapak Kost datang menuju kamar gue dengan terseok-seok. Kasihan sekali beliau. Ternyata sepatunya habis nginjek kotoran ayam….

“Ini…” kata Bapak Kost sembari memberikan sebuah paket misterius mirip kitab suci dari barat. “Seorang pria bernama JNE telah mengantarkannya dua hari yang lalu”.

Gue mengerutkan dahi dan berkata, “Pak… JNE itu nama sebuah lembaga antar-antar barang”. Bapak Kost hanya tersenyum kecut. Iya… beliau masih kesal karena sepatu kerjanya nginjek kotoran ayam.

Setelah bapak kost pergi, gue melihat baik-baik paket kiriman itu. Deg-degan, tapi nggak bertahan lama karena yang ngirimin adalah seorang cowok. Dia adalah salah seorang temen gue di Jamban Blogger, sebut saja Bunga (Kevin Anggara). Kirimannya apa? Yang jelas bukan buku rekening Gayus Tambunan.


Yoi, itulah isi dari sebuah paket lusuh berwarna coklat yang sempat dititipkan ke bapak kost karena gue belum balik. Buku pertama Si Bunga. Kevin, Masksudnya. Kebetulan gue dapet gratisan karena menangin kuis yang Kevin buat beberapa bulan yang lalu. Udah gratis, dapet tanda tangan, ada cap bibirnya pula. Lo emang so sweet, Vin.

*Menang, dapet gratisan*


*Ada cap bibir di sebelah kiri atas*

Sembari masih santai-santai, dalam satu malam gue sudah selesai tamatin baca bukunya Kevin. Habis baca itu, gue cuma pengin bilang, bukunya sesuatu banget. Banyak (malah hampir semua), yang ditulis di situ adalah persis dengan apa yang gue alami semasa sekolah. Ah… jadi galau pengin balik ke bangku SMP atau SMA. Waktu SD gue masih kumuh. Males banget balik ke zaman itu.

Serunya dari buku Kevin, menurut gue, karena semuanya adalah artikel pilar. Ya, itu adalah jenis bacaan yang paling menarik menurut kebanyakan orang. Biasanya sih, mengundang rasa penasaran yang berlebih pas lihat judul Bab-nya.

Kekurangannya, menurut gue, cerita pribadinya kurang banyak. Paling cuma pas kepalanya Kevin kena palang pembatas waktu lompat tinggi. Hahaha… full tips emang, daripada curhat. Tapi secara keseluruhan, buku Kevin adalah salah satu yang menarik, dari sekian buku-buku menarik lainnya. Belum lagi dibumbui dengan ilustrasi-ilustrasi yang memukai. Good job, Bro. <-- Memuji karena gratisan.

Becanda, Vin, becanda…. Hahaha.

Mungkin sekian dulu yang bisa gue tulis malam ini. Jangan lupa beli buku Kevin walaupun nggak ada kepastian kalian bakal dapet cap bibir juga atau nggak. Keep support your idol and doakan gue biar cepet jadian #plak.

Yang lagi mesra-mesraan, lanjutkanlah malam bahagia kalian, Nak. Dewa Cinta menyertaimu, Setan sedang melirik ke arahmu. Muahahaha.



Salam Pedo,


Aziz Ramlie Adam. 

8 comments:

  1. Itu cap bibir bukan gue yang gambar, tapi lo yang nambahin :| emang, buku ini cerita pribadinya dikit karena lebih ke "how to". Makasih reviewnya, ziz! :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. Ngahaha... Bukan gue yang buat tu cap bibir. Jangan-jangan kerjaannya Mas-mas JNE?

      Siip laah... Buku keren emang harus disebar-sebarin :D

      Delete
  2. Artikel pilar itu apa jis? Dan, iya, jadi elu adek-kakakan sama si ROni? Astaghfirullah. Insyaflah kau..

    ReplyDelete
    Replies
    1. Artikel pilar itu yg 'how to' kayak dibilang Kevin. Yah... step by step gitu juga. Yang gitu-gitu deh *gue juga bingung*

      Hoho... Ampuni dosa kakak-adean ini...

      Delete
  3. sama RONI jis.. muskipuun gua jomblo gua masih normal jis..
    mandi wajib gi jis..

    ReplyDelete
    Replies
    1. Seenggaknya ini gak sehina kasus Eyang Subur. Lagian si Roni itu aslinya cantik. Namanya cantik. Kayaknya, sih....

      Delete
  4. Roni... Hmmm.. Roni yang dulu ngekos di sabili jis? Astaga!

    ReplyDelete

Eiits... jangan buru-buru exit dulu. Sebagai Pria Cakep Biasa, gue punya banyak cerita lain. Baca-baca yang lain juga ya... Terima kasih :)