Berjalan dari Dalam Hati

2013/09/11

Wawancara Paling Berkesan di Indonesia


Kemarin adalah hari dimana gue sempat ketawa karena lihat video ini:



Gue sebenernya nggak tau, siapa itu Om Vicky. Gue juga nggak tau kenapa anak Om Dhani yang masih 13 tahun bisa-bisanya dibolehin bawa mobil sport yang keren itu. Gue juga nggak tau siapa sebenernya Rektor Universitas Mulawarman. Halahh….

Di balik semua ketidaktahuan gue tadi, kita kembali ke video di atas. Kebetulan gue tertarik karena gue lihat salah satu twit temen gue yang kasih link Youtube dan katanya lucu. Setelah gue nonton, ternyata memang lucu. Mbak Zaskia-nya juga cantik. Cocok sama gue.

Sedang letih pantengin timeline karena (katanya) jomblo, gue lihat banyak banget twit-twit manusia di Twitter yang niruin gaya bahasa Om Vicky yang (katanya) intelek tingkat Kabupaten. Lucu aja ngebacanya.

Finally, setelah puas blogwalking tentang tulisan-tulisan orang mengenai Om Vicky, gue pun pengin ikutan mainstream dengan bikin postingan serupa. Tapi versi gue, gue bikin versi wawancara. Siap? Jangan mimisan dulu dong….

Wawancara bersama Om Vicky

Aziz: “Siang, Om!”
Vicky: “Afternoon selamat, Ziz!”
Aziz: “Wawancaranisasi-nya bisa kita mulai?”
Vicky: “Bolehin saja. Em… Aziz apa telah melakukan makanisasi?”
Aziz: “Kalau maksud Om, ‘sudah makan apa belum’, saya sih sudah, Om”
Vicky: “Syukur sangat kalau begitu”
Aziz: “Oke, Om.”

Aziz: “Nah, Om Vicky, sebenernya umurnya sekarang berapa?”
Vicky: “Tetap. Usiaku saat ini, 29 my age, ya…”
Aziz: “Oh… lumayan berumur ya, Om. Tapi kok kayaknya lebih tua dari umurnya ya, Om?”
Vicky: “Oh… Tentu saja karena aku sangat merindukan apresiasi karena yaa… basically, aku seneng musik”
Aziz: “Hubungannya apa, Om, dengan tampang yang tua?”
Vicky: “Ya… aku hanya ingin mendapatkan pendamping yang suka musik, seperti layaknisasinya penyanyi dangdut gitu. Karena terlalu sering berpikirin perihal pasangan, aku semakin sering depresinisasi hingga membawa aku menuju titik tua”
Aziz: “Wah… keadaan yang menakjubkan, Om.”

Aziz: “Soal musik, Om sebenernya suka beneran apa hanya karena pengen dapet penyanyi dangdut, seperti yang Om sebutkan barusan?”
Vicky: “Jujurin sih, seneng sangat. Ya… walaupun kontroversi hati aku lebih menyebutkan kepada konspirasi kemakmuran”
Aziz: “Om kayak ikut Lawyer Club, ya, pake kontroversi segala. Maksudnya apa, Om? Perdebatan apa yang sebenarnya terjadi pada hati Om?”
Vicky: “Bukan perdebatan… tapi kontroversi. Hahaha”
Aziz: *Banting Microphone*

Aziz: “Haduh… Okelah. Nah, Om, sebenernya hubungan konspirasi kemakmuran dengan menghilangnya tahu-tempe dari pasaraan, apa sih?”
Vicky: “Emm… tidak tau juga sih, ya. Aku hanya bisa mengatai jika tempe sangat enakisisasi. Tapi mungkin ya, para penjuali tahu-tempe sudah ber-konspirasi, menyatukan tekad dan amarah untuk makmur bersama dan larikan menuju kemakmuran yang ambigu.”
Aziz: “Suer, Om. Saya pusing” *Lap keringat*
Vicky: “Hahaha. Berbawa santai saja. Bukannya dengan begini, akan lebih meng-harmonisisasi wawancara kini. Hahaha”
Aziz: “Yaelah… oke deh, Om. By the way, siapa yang diimunisasi?”
Vicky: “Aku. Hahaha… Maklum, akhir-akhir ini sering mendapatisasikan penyakit ambeien dari yang terkecil sampai yang terbesar”
Aziz: “Iyuh~”

Aziz: “Nah, saya mau tau nih, tanggapan Om mengenai kasus kecelakaan mobil terbang anak Om Dhani bagaimana? Kan banyak yang menyalahkan nih, katanya gak diawasin dan sebagainya…”
Vicky: “Kalau aku sih, kita tidak boleh ego dalam satu kepentingan dan mengkudeta apa yang kita menjadi keinginan, ya.”
Aziz: “Kudeta… apa, Om? Ini bukan serial Naruto.”
Vicky: “Bermaksud aku, ya tidak sepatutisasinya kita menyalahkin Om Dhani. Bukti saja, banyak sangat anak-anak di perbawahan umur yang membawa berkendara tanpa memilikinisasi Surat Izin Mengkermudikan. Ini semesti musibah. Berbetulan saja mengarahi pada keluarga Om Dhani”
Aziz: “Hm… Masuk akal juga, Om.”
Vicky: “Iya… dan mungkin dengan adanya kejadian seperti ini, bisa merubahi sikapisasi orangtua agar mempertakut serta mempersuram keadaan saat anaknya ingin berkendarakan mobil”
Aziz: “Ntar, Om. Saya… agak kurang nyambung” *pijit-pijit jidat*
Vicky: “Hahaha… saya cuma berharap itu tidak akan sampai mempengaruhi kemakmuran statusisasi keluarga Om Dhani, gitu.”

Aziz: “Oke… Nah, selanjutnya, menurut Om Vicky, apa yang sebaiknya kita lakukan dalam menghadapi permasalahan tahu-tempe seperti yang telah kita singgung sebelumnya?”
Vicky: “Yah… kita hanya harus dapat mensiasati itu, ya, agar labil ekonomi kita juga bisa lebih baik. Hohoho”
Aziz: “Labil gimana, ya, Om? Semacam abege yang tidak diberi uang saku, gitu?”
Vicky: “Ya begitulah. Seperti kiat zaman moderen ini, kan, peremajaan mana yang tidak membutuhkan pengawasan ketat akan makna keikutsertaan mereka dalam membangun perdebatan teknologi. Semerta-merta keinginan untuk melegalakan antusias publik terhadap kalibrasi pengukuhan anak-anak Pramuka.”
Aziz: *Mulai berdarah dari telinga*
Vicky: “Apa selagi kamu tau, Ziz, perkenankan untuk zaman membangun kita agar menjadisasikan kita menuju titik hampa yang mengkoordinasi keikutsertaan hidup. Reklamasikin saja sudah tidak bisa mengendorkan persahabatan antara Spongebob dan hunian perumahan kapal kapitalis. Percuma saja jikalau kita masihnisasikan mengurutkan Calon Gubernur mana yang terpilih untuk menaiki kursi keabadian.
Aziz: *Mulai berbusa dari mulut*
Vicky: “Pengaruh apik dari JKT48 misalnya. Mereka tergolong muda dan paras dimilikinya sangat mengatakan jika itu cantik. Sembari bercakap ria di gempita pesta besar wadah KFC Coffee, mungkin setelah baiknya kita mengklarifikasikan apa makna dari keunggulan patroli Satpol PP dan… Loh, Ziz?”

Aziz: “TUHAN!! AMBIL AKU!!!”

***

Salamisasi,

Aziz Ramlie Adam.






    

21 comments:

  1. ahahaha.... memang unikasisasi banget nih om Vicky, jadi bingung mau komen apa, ngakak gak berhenti deh..... nulis apa aja deh yang penting komentisisasi siang ini di blog nya om Aziz terakomodirisasi dengan baik sebagaimana mestinya dan yang terpenting dari itu adalah bahasais status yang saya tulis sebagai aktualisasi diri saya terhadap tulisan om Aziz tidak mengganggu kemakmuran keluarga dan mempersuram ekonomi labil saat ini agar yang membaca koment saya inipun merasa bahwa dirinya adalah manusia pancasilais sejati.... Tidak dipungkiri di zaman modernisasi ini rasa Confidenisme yang berlebih seperti yang saya miliki saat ini penting agar tidak ada rasa mempertakut diri semua sah-sah saja selama tidak terjadi kudeta... hehehhee... ahh mumetisasi deh :P

    ReplyDelete
  2. haaha buat penulisisasinya kreatip bgt yah... ide-ide yang tercantum tdk ad unsur huru hara yg bisa membuat timbulnya kontroversi hati. btw umur penulis brapa nih? are you 23 my age? halaah jd ikut-ikutan

    ReplyDelete
    Replies
    1. Tetap ya... di umur saya yang 19 my age ini, sering sekali terjadi labil ekonomi. Apadeh...

      Delete
  3. wa Vickynisasi style lagi ngetrend yak,
    postingannya lucuu, cuma agak kontroversi hati aja aku bacanya, karna mbuletisasi bahasa yg terlalu intelek kali ya :3 :p

    ReplyDelete
    Replies
    1. Ngahaha.. Kalo dibilang lagi nge-trend, ya gue gak tau pasti. Gue cuma nunggu Om Vicky duet sama Arya Wiguna dan Om Jeremy Teti aja.

      Delete
  4. Tai banget! wawancaranya dibikin..niat banget hahaha :)))

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya nih, pengen banget bisa wawancarain doi apalagi sampe foto bareng. Ngahaha.

      Delete
  5. hahah udah fonemenal banget apa om vicky tuu ?/

    ReplyDelete
  6. Hahahaha. Ngakak parah gue. Ini VIcky yang lagi heboh itu kan? Vicky Burki.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Kayaknya bener, sih. Yang selalu dapet peran jadi emak-emak antagonis gitu.

      Delete
  7. Lagi wawancara bisa nyimpang ke Spongebob segala x))

    Lucu hahaha..

    ReplyDelete
  8. Setelah baca postingan ini, gue mengetahui sesuatu...
    Gue terlalu bego untuk mengerti wawancaranya.

    Tapi bener, ini lucu banget Kak! Sukses terus! Wuahahaha

    ReplyDelete
    Replies
    1. Kalo mau ngerti, pas baca wawancaranya, tukeran otak dulu sama Djamil Suherman.

      Delete
  9. Aku sampe mau menangisasi baca wawancara yang ter fiktifisasi ini XD
    Kerenisasi tulisannya *goyang caesar*

    ReplyDelete
  10. my age yg sekarang membaca bahasaisme tulisanisasi mu membuatku tidak mempertakut statusisasi ku untuk berkomentarisasi. sehingga ada kudeta dalam perut yang mulesisasi pengen bokerisme.

    mampus coba bikin tulisan kayak gitu cukup membuat bulu ketek ku berketombe!! hahaha ngakak maksimal

    ReplyDelete
    Replies
    1. Ngahahaha... Bokerisme-nya hati-hati. Ntar malah jadi jambanisasi.

      Delete

Eiits... jangan buru-buru exit dulu. Sebagai Pria Cakep Biasa, gue punya banyak cerita lain. Baca-baca yang lain juga ya... Terima kasih :)