Halo: Kembali / [Mengarungi Ibukota Part 1]




Tulisan ini dibuat Sabtu dini hari lalu di sebuah warkop keren di tengah-tengah penantian pertandingan FIFA Wordl Cup Group B, Spanyol vs Belanda. Entah apa yang mendorong gue untuk berada di tempat ini dan layaknya seorang maniak bola, ikut menantikan pertandingan yang katanya bakal seru ini.

Sebagai seseorang yang telah lama menghilang di tengah peradaban makhluk-makhluk dunia maya, gue mau sedikit basa-basi dengan niat tulus ikhlas ingin berbagi pengalaman. Siapa tahu dengan sedikit curhat, popularitas gue bisa kembali dan para penggemar gue (yang katanya bukan manusia) bisa tahu kenapa gue menghilang lebih dari setengah tahun.


Jadi begini...


30 September 2013 lalu adalah penerbangan pertama gue ke Jakarta SENDIRIAN. Cukup menghebohkan acara dangdut kampung sebelah memang. Namun inilah gue, yang memutuskan untuk mengejar cita-cita di sebuah negeri antah berantah bernama Jakarta. Cerita awal waktu gue pertama kali sampai di Ibukota bisa dibaca DI SINI.

Dengan niatan mulia ingin nonton JKT48, gue malah kecemplung di sebuah tempat yang gue rasa penuh dengan keseruan. Sebuah tim produksi dari Hits Record yang berada di Gedung Annex lt.4, RCTI, Kebon Jeruk. Dan entah ini suatu keberuntungan atau memang doa gue selama 2 tahun belakangan dikabulkan, gue menjadi Library untuk program JKT48Story. Tepuk tangan dulu, dong!

Kerja di entertaint begini sebenarnya mengasyikan. Namun akan lebih mengasyikan lagi jika gue nggak hanya diam di kantor. Maka suatu hari, gue mencalonkan diri sebagai Boomer hingga kerjaan gue jadi double. Iya... Boomer itu yang tukang pegang-pegang mikrofon dengan tiang panjang dan perlu diketahui kalau itu sangat menyiksa ketek! Gak apa-apa. Lumayan bisa ketemu JKT48 setiap hari.

20 Oktober 2013 adalah salah satu tanggal bersejarah di hidup gue. Kalau gue jadi presiden, maka itu akan jadi hari libur nasional. Itu adalah tanggal penuh suka cita dimana pertama kalinya gue bertemu langsung dengan idola yang gue dambakan sejak masih berseragam SMA. Stella Cornelia. Gak kenal? Searching aja Stella JKT48 (walaupun sekarang udah gak di JKT48 lagi), atau tokoh Rena Iskandar di serial Super Hero yang keren banget, Bima Satria Garuda. It’s miracle, men!

(Salah satu karya gue yang tercipta karena ngefans ke Stella, bisa dibaca DI SINI)

Gue inget banget waktu itu di FX Sudirman, tepatnya di F4 Theatre JKT48, kita syuting untuk episode Games. Nah, saat itulah kali pertama gue melihat langsung Stella Cornelia gak kurang dari 1 meter di depan mata gue! Histeris? Ya! Tapi karena profesional, gue lampiaskan itu dalam bentuk kentut yang tak berbau maupun bersuara. Aman.

Break syuting jam 7 malam, kru dan beberapa member JKT48 termasuk Stella, memutuskan untuk makan. Dan demi Masih Dunia Lain, gue duduk satu meja makan berhadapan dengan Stella! Ini langka kawan-kawan. Percayalah, ini langka. Gue inget waktu itu pesen makan nasi berlemak gitu. Gue nggak tahu namanya karena dari bentuknya aja sudah sangat terasa asing. Di sebelah kiri gue ada Valda, host fenomenal JKT48Story yang sebenarnya punya banyak keterampilan keren seperti main band. Dan di depan gue, sang putri di mimpi gue semasa SMA, Stella Cornelia, duduk menghadapi soup yang dipesannya.


“Ci, kok nasinya gak dimakan?” tanya Valda kepada Stella.

“Nggak ah... aku kan lagi diet. Hehe” jawabnya.

“Itu tuh... Aziz mau nambah nasi kayaknya. Hohhoho” Valda pun pelirik gue.

Dan inilah moment berharga yang membuat hidung gue kembang-kempis. Stella.. memberikan sepiring nasi yang tidak dimakannya ke gue! Dengan diiringi senyum khas yang dulunya sering bikin gue membatu, ia berkata, “Ini, Kak. Makan aja. Aku lagi diet, kok. Hehe”

JDERRR!

Nggak. Waktu itu nggak hujan. Hanya sedikit peluh tanda tidak percaya. Setelah kejadian itu, malamnya gue susah tidur karena kepikiran senyuman ekstra memikat yang untuk pertama kali dalam hidup gue, memang khusus dipersembahkan buat gue. Adrenalin lelaki!

Semasa gue bekerja untuk JKT48 Story, suka duka gue jalanin terutama dari segi tempat tinggal. Nggak, gue nggak tidur di flyover atau pun di Sevel sambil minum bir. Tapi waktu itu gue ngekos di Senayan. Gue udah ngekost di situ sebelum kerja di JKT48 Story, makanya ga mungkin gue tinggal karena selain nanggung karena baru 1 minggu, gue juga udah bayar cash harga kosan yang cukup mencekik dompet anak muda itu.

Yang sulit dari itu? Transportasi! Karena tepat di Komplek PLN samping Hotel Mulia dan depan GBK, akses angkutan umum sangatlah sulit. Pilihannya cuma dua: Ojek atau Taksi. Cukup membunuh. Kadang kalau lagi seret, gue memutuskan untuk jalan kaki dengan terhuyung-huyung yang penting sampai di Halte Permata Hijau dan bergabung menjadi satu bersama penumpang Transjakarta yang lain menuju Kebon Jeruk. Makanya gue juga lebih seneng tidur di kantor dan pulang 3 kalil sehari sampai penjaga kost mengira kalau gue mati kantung diri di kamar, atau dimutilasi di luar sana. Kejam kau, Bu…!



*

Oke! Nanti kita lanjutkan lagi cerita tentang petualang gue di Jakarta. Kalenjutan cerita perjalanan yang mengundang banyak kontroversi di dunia lain. Sekarang mari kita sambut dulu project baru untuk pembukaan aktifnya gue kembali di dunia blogging yang gue rindukan ini. Projectnya adalah… Dear Rona!

Dear Rona adalah serial fiksi terbaru dari blog gue. Bakalan mirip dengan For Stella tapi dengan jalan cerita yang berbeda. Penasaran? Setelah ini akan gue luncurkan episode pertamanya.

Terakhir gue juga mau mengucapkan syukur pada Allah, atas berkurangnya usia gue hari ini. Gue masih dikasih kesempatan untuk merasakan jadi pria ganteng berumur 20 tahun! Semoga ini jadi awal yang baru untuk pendewasaan diri gue di masa depan.



Sekian dulu, dan sampai jumpa di tulisan-tulisan selanjutnya!


Selamat datang (kembali) di Aziz Blog!! Blog Pria Cakep Biasa!!



6 comments:

  1. Wah... Kisah hidup lo di Jakarta bisa dijadiin Novel tuh Jis.. Tetap semangat selalu, Jiz...

    Btw, Happy Birthday yo Jiz... Sukses selalu buat lo...aamiin...

    ReplyDelete
    Replies
    1. Wew! Emang agak berliku dan nekat banget waktu gue ke sana. Apalagi waktu naik Tj ama lu ngomentarin pintu Tj-nya yang suram abis! Hahaha.

      Thank, Cup. Salam sukses!

      Delete
  2. Selamat datang kembali di dunia maya!

    Jujur kak, gue hampir jungkir balik masuk ke dalam jurang waktu baca kalau kak Aziz rupanya behind the scene di JKT48Story. Bukan karena kaget kak Aziz ketemu sama idol secara langsung, tapi karena jalan di sini licin. Ada beberapa poin yang bisa diambil dari cerita ini XD

    Ditunggu tanggal main projectnya :))

    Dan happy birthday! Wish you the best of the best!

    ReplyDelete
    Replies
    1. Poin apaan tuh?! Niat jahat ya lu?! Hahaha.

      Dear Rona segera diluncurkan kawan!
      Thank, Leaper! *hormat*

      Delete
  3. Waaww, ziz. Keren banget cerita lo. Duh, akhirnya ketemu sama idola.

    Gue kirain lo kemana, lama banget gak nongol-nongol di dunia maya. Kirain lo frustasi sampe gantung diri dan gak sempet titip pesan terakhir sama temen-temen blogger. Hahaha xD

    ReplyDelete

Eiits... jangan buru-buru exit dulu. Sebagai Pria Cakep Biasa, gue punya banyak cerita lain. Baca-baca yang lain juga ya... Terima kasih :)