recent posts

banner image

Aku Suka Ini






Akhir-akhir ini ada kemalasan. Ada berbagai alasan yang tampaknya sengaja gue buat untuk menghindari ini. Padahal dulunya, semua mengalir saja bahkan tanpa disengaja. Kayak daun jatuh ke aliran sungai. Mau pakai perumpamaan dengan benda sungai yang lebih familiar, takutnya malah terdengar lebih jorok.


Pertengahan tahun 2012 silam adalah pertama kali blog ini jadi. Proses terbentuknya cukup singkat seperti yang tertulis DI SINI. Saat itu gue sudah terkontaminasi untuk blogwalking, bermula dari sering baca blog si Abeck sejak 2011. Dan, waktu itu gue suka banget dengan dua tokoh anak kuda muda, Bang Bena dan Bang Radit. Keduanya menjadi alasan kuat kenapa gue jadi ikutan bikin blog kala itu.

*Ini penampakan Header 2012*

Masa jaya (buat gue) di dunia per-blog-an ini ialah sepanjang 2013. Itu adalah masa dimana gue sangat cinta terhadap hal yang bisa dibilang hobi ini. Terlebih, gue mulai bergabung di beberapa komunitas. Gue yang dulunya hanya ingin punya pembaca, meningkat jadi ingin punya banyak teman. Beberapa yang gue kenal dari bloging, bahkan jadi sahabat dekat hingga sekarang.

Mencintai blog layaknya pacar sendiri, juga telah gue rasakan kala itu. Hampir setengah dari hari gue, tersita untuk bloging. Menikmati komentar pembaca, bahkan berkomentar saat blogwalking. Ada ikatan yang gue rasa menyenangkan. Tidak perduli lo memainkan kata-kata dengan rasa seperti apa, tapi menurut gue, berinteraksi melalui dunia ini menyenangkan. Gue suka.

Namun jelas saja, lagi semangatnya, selalu ada ujian di balik tiga tahun sekolah.

Maksud gue, selalu ada ujian di balik perjalanan...



Oktober 2014 gue mulai kerja di sebuah perusahaan yang cukup membuat kita merasa kembali ke zaman prasejarah. Zaman dimana orang masih menangkap kancil pakai rotan. Zaman dimana nangkap ikan masih pakai tombak. Dan gue melakukan semua itu waktu kerja di sana.

Ntar deh... Ada sesi sendiri soal perjalanan tiga tahun gue di sana.


Intinya, tiga tahun menjelma jadi masyarakat Tutur Tinular, membuat gue jadi sedikit kehilangan nafsu buat ngurusin blog. Faktor susah sinyal juga. Dan selama tiga tahun pula, gue abaikan media yang dulunya gue cintai setelah ibu kandung dan Stella Cornelia. Untungnya Stella udah nikah sekarang.

Terlalu dramatis kalau gue harus bahas pernikahan stella.


Selama tiga tahun pula, perkembangan era digital sudah sangat dahsyat. Di luar... Namun bagi kami yang bekerja di.pedalaman, kemunduran mungkin adalah pencapaian terbaik. Kayak, orang sudah nge-vlog, kami baru pada bikin Facebook. Gitu, deh...



Lalu, setelah ini-itu yang banyak, gue memutuskan untuk kembali ngurusin blog. Investasi kebahagiaan yang gue tanam sejak lima setengah tahun yang lalu. Dan akhirnya gue mulai lagi dengan menulis INI. Sudah tiga postingan sejak pertama gue kembali ke jalan ini. Jalan yang sebenarnya gue sukai. Tapi apa yang kurang? Ada sedikit hal yang mengganjal. Oh maaf.. itu ada celana dalam gue ganjalin pintu kosan.

Ada yang mengganjal dan gue coba cari tahu dengan menilik ke dalam hati. Gue merenung bahkan ketika sedang menatap anak ibu kos yang cantik tapi sudah beranak dua.

Ada rasa begini: Tiap mau nulis sesuatu, gue selalu berpikir apakah ini keren? Apa sesuai dengan zaman ini? Norak gak, ya, kalau gue tulis begini?

Ada juga, ini banyak banget yang blognya keren. Dan Blogger-Blogger ini juga banyak yg dapet duit karena postingannya. Gimana caranya? Pengen sih... Tulisan gue ini bisa dijual gak ya? Biar kekinian...

Sampai akhirnya gue menemukan twit ini:



Gue segera beranjak pergi ke blog Bang Ilham, tepat pada POSTINGAN YANG DIMAKSUD. Gue membaca dengan khidmat melalui layar smartphone yang persentasi baterainya 20%. Dan perlahan gue menemukan! Koreng! Nggak. Maksudnya, menemukan makna, dari sana. Dari isi postingannya sampai kolom komentar, semua gue baca dan pelajari. Belajar kan gak mandang umur!

Seketika, akhirnya, gue tulis ini. Sebuah isi hati dimana gue ingin kembali ke sini. Kembali ke hal yang gue suka. Mencoba menyajikan tulisan dengan sudut pandang sendiri, menanti pembaca dan terus membuat mereka menantikan kita. Nggak sekedar agar terkenal, dapat receh ataupun punya banyak followers. Gue ingin terus melakukan ini. Menulis tanpa perlu terlalu perduli pada semua hal yang terkait popularitas dan uang. Gue hanya sebatas cinta pada hal ini.

Dan pada dasarnya, kecintaan ini pun punya alasan.

Terima kasih buat postingan Bang Ilham dan para Abang-Eneng yang sudah menautkan komentar di sana. Tanpa disadari, kalian telah membuat pria berkumia tipis (tapi bisa lebat dalam dua minggi) ini menjadi kembali ke jalan yang dicintainya. Tidak perlu harus dikeren-kerenkan, harus ngartis, harus dapat upah, ataupun harus dibayarin kosannya!

Ngomong-ngomong, Bang Ilham adalah cemewewnya Tiwi, salah satu Blogger yang gue kenal di sebuah komunitas pada 2013, dan alhamdulillah mau bersahabat dengan gue sampai detik ini. Lu udah gue anggap sodara seiring berjalannya waktu. Terima kasih sudah ngenalin gue seorang ipar kayak Bang Ilham yang kumisnya lebih berfaedah dari gue. Gue beruntung karena postingannya yang gue maksud di atas, sudah menuntun gue kembali ke jalan yang benar.

Setelah ini, gue akan kembali seperti dulu. Melakukan ini hanya karena dasar memang gue suka. Karena dunia gue, salah satu warnanya, sepertinya ada di sini!

Aku.suka ini.

Aku suka kamu! *Ngomong sama gugel meps*



Ini apa Bgst?!

Punya pendapat?
Aku Suka Ini Aku Suka Ini Reviewed by Abdul Aziz Ramlie Adam on December 12, 2017 Rating: 5

4 comments:

  1. dear my brother,
    Beruntungnya kamu punya blog yang tidak disisipi iklan dan komen - komen alat pembesar penis, karena blog nistaku kini udah menjadi sarang kenistaan. Entah apa yang telah Abaw perbuat dengan blog nistaku.

    regards, Mas - mas Jawa Sawo Matang

    ReplyDelete
    Replies
    1. Dear my brother, too..

      Sepertinya ada kesalahan teknis. Dimana 'nis'nya bisa jadi nista. Bahkan jadi p*nis..

      Sabar.. semoga kita selalu bersyukur dengan ukuran kita #HEH?

      Regards, Pemuda yang dulunya cadel.

      Delete

Eiits... jangan buru-buru exit dulu. Sebagai Pria Cakep Biasa, gue punya banyak cerita lain. Baca-baca yang lain juga ya... Terima kasih :)

Social Networks

Powered by Blogger.