Gue ke Best Western Mangga Dua



Di sela-sela kehidupan ala-ala Jakartans gue satu bulan terakhir, ada saja hal-hal tidak terduga yang datang menghampiri. Untungnya dari sekian banyak kepedihan, lagi-lagi, ada saja gitu terselip hal yang menggembirakan. Salah satunya waktu gue datang ke acara ini: 


Tiga tahun hidup di pedalaman, dulu, sebenarnya sudah cukup bikin gue gagap dalam hal beginian. Lah, dari pertama kerja di sana sampai sekarang saja, gue masih merasa asing gitu, kalau masuk Indomerit. Kayak terlalu bersinar. Terlalu terang untuk makhluk tersembunyi seperti gue. 

Apalagi ini di Hotel standar bintang empat! Selain asing, gue takut dikira datang dari dunia lain, tersesat, sedang mencari naganya yang hilang. "Maaf, Patih... Naga anda sedang tidak berada di sini. Mungkin di sekitaran Majapahit".

Tapi kata Vira, "Demi perbaikan gizi!"

Yah.. akhirnya gue mesti datang. Dalam hati, 'Inget, Ziz, lau anak kost. Event beginian itu jangan lihat tempatnya. Lihat makanannya! Syukur kalau lo pernah makan masakan begituan! Pasti belum pernah, kan!'

Akhirnya gue cabut.


Di-invite jam 01.00 p.m. acara dimulai, gue berangkat dengan niat jangan sampe telat. Sekitar 12.57 p.m. Ih.. anti telat banget...

Gue berangkat naik ojek online yang pengemudinya adalah bapak-bapak beristri dua. Sudah pernah nikah dua kali maksudnya. Gue tahu karena kami cukup leluasa berbicara. Gue memang tipe yang suka basa-basi kalau naik motor. Sekalipun sendirian.

"Mas, tapi, tahu tempatnya, kan?"

"Lah.. saya saja belum pernah ke sana, Bang. Coba kita lihat peta..." Handphone gue keluar sendiri dari dalam tas.

Gue menatap layar smartphone yang tempered glass-nya sudah retak. "Sekitaran Harco Mangga Dua. Seberangnya, nih, Bang"

"Oh.. seberang Harco." Ia pun segera memacu gas motor. Balapan sama ojol di sebelahnya yang berasal dari aplikasi lain.


Sampai di kawasan Harco Mangga Dua, ternyata penampakannya berbeda dengan khayalan. Di seberang jalan cuma ada ruko-ruko juga. Kami berdua sama-sama bingung. Sama-sama pula menghardik ojol beda aplikasi yang kebut-kebutan. Sok keren. Padahal dia naik sepeda.

"Itu banyak bangunan tinggi di belakang, Mas." Kata Bang Ojol. Ia pun menawarkan diri untuk mengantar masuk ke kawasan Harco sampai akhirnya mentok di belakang. Pas banget berbatasan dengan sebuah apartement. Terus ada pagar sama pos security-nya. Security-nya lagi sibuk ngorekin kuku kaki.

Bang Ojol pun bingung. Gue apalagi. Akhirnya, hubungan kami sampai di situ. Kandas karena pos security, ditandai dengan satu klik pada aplikasi. Lalu, Bang Ojol pun pergi setelah dibayar. Ah.. teganya... Mana kembaliannya kurang lagi.

"Pak, Best Western Mangga Dua Hotel itu dimana, ya?" Gue tanya ke security yang bernama The X.

"Oh... Itu. Yang itu." Katanya, sambil menunjuk ke arah belakang dirinya. Menunjuk sebuah bangunan paling tinggi se-Mangga Dua. Obrolan kami siang itu hanya tersekat oleh pagar besi yang tinggi.

Ternyata, hotel itu seberangan sama Apartement Ini. Apartemen ini, buritannya, ketemu sama buritnya Harco, berbatas sebuah pagar. Dalam bahasa gue, Bahasa Banjar, Burit itu artinya Pantat.

Halahh.. penjelasan macam apa ini...

"Boleh, sih, lewat sini. Tapi kamu bawa hewan peliharaan gak?"

Gue noleh kanan-kiri. Berharap tidak ada gajah, ikan mujair atau semacamnya. Lalu gue geleng-geleng kepala.

Pak The X pun membukakan pagar Setelah yakin bahwa gue juga bukan hewan. Hih! Dasar bapak-bapak pengorek kuku kaki!

Akhirnya gue melintasi apartement itu, mencari gerbang utama dan hawla! Gue menemukan yang gue cari! 

Jodoh!

Maksud gue, hotelnya!

Kembali, bicara soal hotel, gue dulu  waktu masih tinggal di hutan, cukup sering cari-cari hotel sebulan sekali. Bukan foya-foya, sih. Lebih kayak mencari kepuasan dalam rangka balas dendam saja. Sebulan penuh di tengah hutan, dibalas pakai semalam di hotel standar Kalimantan. Mayan, lah..

Padahal rumah gue tidak sampai tiga kilometer dari hotel.


Tapi begitu gue masuk ke Best Western Mangga Dua, ya gitu! Kayak masuk Indomerit! Terang! Gue merasa kotor! Tiba-tiba pengin balik lagi ke Majapahit!



 Lagi bego-begonya, gue diarahkan bapak-bapak penjaga pintu, ke arah kanan. Langsung disuruh isi buku tamu oleh Mbak Putri, perwakilan hotel yang bakal jadi pemandu kami  hari itu.


Sambil menikmati makan siang, kami ditemani oleh lantunan live music yang cakap dimainkan oleh Dekil Ben. Ada juga chit-chat mengenai Best Western Mangga Dua Hotel & Residence ini. Dan ada pula ucapan Selamat Ulang Tahun buat Bu Vera, atasannya Mbak Putri. Kami diperkenalkan juga pada dessert terbaru, andalan hotel ini, Black Alaska, oleh Chef terganteng siang itu.











Setalah nyicipin Black Alaska, terus lanjut mamam-mamam lagi (katanya dessert tapi habis itu makan lagi), kita masuk sesi Showing Room. Jalan-jalan cantik bak selebritis sambil mengkhayal kapan bisa menginap di sini.

Pertama-tama, kami dikasih tunjuk kamar tipe Superior di lantai 32. Superior aja, luas kamarnya. Kata Mbak Putri, "Tujuh puluh persen tamu kita keturunan Arab, dan suka yang gedong-gedong". 

Betewe, itu pernyataan yang masih belum bisa gue cerna sampai sekarang.


Siang itu kami masuk ke empat kamar. Nomor 3214 untuk Superior, 3106 untuk contoh Suite dan 2803 serta 2702 untuk Super Deluxe. Untuk Suite, kita dikasih bonus yang view-nya mengarah ke Ancol. Biar ketahuan gitu, Jakarta punya laut. Pas ke beranda, anginnya semeliwir. Rambut Mbak Putri berterbangan dan seketika jadi model mendadak saat itu.

Harga tipe Superior berkisar 600-700 ribuan. Super Deluxe 700-900 ribuan dan Suite di atas satu juta per nett. Belum lagi pihak manajemen sering memberikan promo. Haelah... gaji 10jt perbulan juga udah bisa nyicip di sini tiap tanggal 1 lu! Apalagi buat om tante dari Kalimantan!

Gue tanya yang harga 25.000 semalam ada apa nggak, Mbak Putri bilang, ada. 

Di samping pintu masuk ada asbak gede. Tidur aja dalem situ.


Untung waktu itu gak ada jomblo yang bunuh diri dari sini.



Kami melanjutkan jalan-jalan ke ruang gym yg boleh dipakai sepuas hati tamu dari pukul enam pagi sampai sepuluh malam. Tidak seperti Temjon, lu gak perlu pakai koin. Ada pula sauna dan kolam renang. Kebetulan waktu itu ada bule Arab renang, dan gue pikir cukup gedong.

Apasih..


Next, setelah hampir satu setengah jam berkeliling, kami kembali ke lobby dan disuguhi jus. Kebetulan saatnya undian bagi-bagi voucher. Jadi undian ini memperebutkan dua voucher makan malam indehoy dan dua voucher nginap gratis setahun!

Iyaa setahun. Satu malam di kamar. Sisanya di asbak!

Gue gak kebagian dapet voucher. Tapi Vira dapet voucher makan malam gretong. Kata Mbak Putri, satu voucher bisa buat dua orang. Ini sama saja gue harus gombalin Vira biar bisa diajak bareng!

Yap.. itu sedikit keseruan (dan kekenyangan) gue di Best Western Mangga Dua Hotel & Residence. Sabtu yang berfaedah bersama Mbak Putri dan tim, serta teman-teman Blogger dan media. Sebelum pulang, foto bareng dulu dong, biar afdol. Terus bikin grup wasap, mengingat bahwa akan selalu ada event-event menarik ke depannya. Siapa tahu di ultah ke delapannya, tahun depan, ini hotel mau ngajak tiup lilin bareng.



Dapet oleh-oleh cantik.



Mayan.. tasnya bisa buat nenteng pakean. Dikira habis nginep, padahal baru habis ambil laundry-an.

Buat Mbak Putri yang ayu nan jelita, ternyata gue baru tahu dia juga dari Kalimantan Timur. Balikpapan, kotanya. Deketan kita mah... Gue cuma seratus kilo ke arah selatan. Haha.

Yaudah, sekian postingan-nya lah, ya. Jari gue berdarah karena ngetik lewat smartphone yang sekali lagi, tempered glass-nya retak. Tajam-tajam gimana gitu. 


Impian gue juga jadi nambah satu. Selain pengen pindah ke Meikratah, gue juga harus kesampaian nginep di Best Western Hotel, di manapun tempatnya. Apalagi kalau bisa ngerasain yang di Bali. Icikiwirr...

Oh iya, lagi ada promo spesial Natal, juga New Year. Info lengkap cek-cek aja di sini:




Udah, ye! Mau ngorekin kuku kaki dulu! 



9 comments:

  1. mana fotonya mbak putri ? kami butuh spoiler !!!!

    ReplyDelete
  2. Sayang syekali diriku tdak bisa ikut kesini... Pdhal lumayan buat prbaikan gizi.. Hiks :'(
    Moga2 ntr ada lg event yg hri sbtu ato minggu :D

    Gedong-gedong tuh apasi? "Gede" mksdnya? :'D
    Ohh itu black alaska yg eskrim dibakar gtu yak? Enak gak? Itu makanan di stu ga ada yg bsa dibungkus apah? Wkwk.
    Yah, diajak muter2 doang, gak disuruh nginep nnyobain kamar, gym, sm kolam renangnya dulu. *Udh dikasi makan gretong! bnyak mau pula!

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hestek Berburu Event Sabtu Minggu.

      Itu es krim Rasanya nikmat. Lumer dimulut dan dinginnya asik! #Paan sih..
      Sebenernya bisa dibungkus, tapi takut disuruh bayar dua kali lipat!

      Delete
    2. This comment has been removed by the author.

      Delete
  3. deket... cuma sratus kilo doang wkwkwk... itu Wisatawan darin Arab, palingan suka ruangannya yang gede-gede yang luas gituuu...

    ReplyDelete
  4. Sejak jadi PNS, ane biasa aja sama hotel-hotel begini. Hahaha.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Info pentingnya, gue baru tau kalo lu udah jadi PNS, Bang. Wahaha.

      Delete

Eiits... jangan buru-buru exit dulu. Sebagai Pria Cakep Biasa, gue punya banyak cerita lain. Baca-baca yang lain juga ya... Terima kasih :)