Berjalan dari Dalam Hati

2018/03/01

WISGR: Games Karya Anak Bangsa yang Patut Diapresiasi




Sebagai seorang anak lelaki (dulunya anak-anak, sekarang sudah cocok untuk beranak) gue masih sedikit bertanya-tanya kenapa tidak memiliki ketertarikan pada tiga hal ini; Sepak Bola, Otomotif dan Games. Dimana games yang gue maksud di sini adalah game online dan kekinian, apapun itu. Sepertinya jarang, ada lelaki yang langsung tidak tertarik pada tiga hal itu. Komplit.


Soal games sendiri, gue bukannya tertutup dan benar-benar tidak menyukainya. Dari kecil gue sudah disuguhi Sega dan selalu main Sonic serta Spiderman. Main Voli-volian juga suka, sama Tenis Meja. Naik level, Play Station adalah media bermain yang teramat gue suka dulu. Main Bola? Maaf saja, gue suka main Harvest Moon. Gue bahkan sanggup memainkannya berhari-hari dalam sekali duduk. Hitungan hari di Harvest Moon-nya. Muahaha.

Zaman semakin berubah dan gue pun bertambah tua. Kenangan main game di zaman dulu hanya tinggal kenangan. Yang paling membekas adalah ketika gue menamatkan games Resident Evil 4 berjuta-juta kali saking senangnya. Sempat kepikiran kalau punya pacar harus sesuai dengan fisiknya Ashley. Resident Evil 5 juga sudah gue mainkan dan rasanya tetap menyenangkan. Sampai akhirnya gue sibuk dengan hal lain sehingga jarang menghabiskan waktu luang untuk sekedar main game.

Era ini, smartphone adalah salah satu ‘game console’ kekinian dengan banyaknya games seru baik online maupun offline. Beberapa yang paling gue suka paling hanya Hay Day yang masih satu Games Developer  bareng COC kalau nggak salah. Lalu gue juga suka SIM City dan Criminal Case. Dan silih berganti sampai yang kini lagi heboh seperti DOTA dan Mobile Legend, gue sama sekali tidak berkeinginan untuk ikut bermain.

Namun, ada yang sedikit mengubah pandangan gue terhadap dunia games khususnya buah tangan anak bangsa. Beberapa kali pernah membaca artikel tentang ragam games karya anak bangsa yang berhasil menembus pasar internasional, seperti Dreadout, Battle Box, Tahu Bulat dan Sage Fusion. Meskipun beberapa games karya anak bangsa ini kurang mendapat apresiasi di negara sendiri, namun dengan luar biasa, melejit di pasar internasional.

Sekarang ini, gue sedang menantikan satu lagi games karya anak bangsa yang ditunggu di pasar nasional dan internasional: WISGR. Games PC bergenre Action Adventure ini, merupakan games pertama produksi Guklabs, salah satu Games Developer asal Jakarta, Indonesia. Desas-desus tentang games ini mampu membuat perhatian gue tercuri. Semakin penasaran semenjak kepoin project ini pada beberapa akun sosmed-nya di IG: Guklabs, Twitter: @Guklabs, dan Fb: Guklabs. Banyak apresiasi positif dan kritik yang membangun di sana.

Untuk demo versionnya sendiri, gue sudah download. Cukup memutarbalikkan hasrat gue yang awalnya tidak terlalu ingin mengikuti perkembangan games atau menjadi seorang gamers sejati. Setelah gue mainkan, akan gue review. Eh, sebentar. Demo versionnya cari dimana? Buka deh wisgr.guklabs.com dan sangat gampang mengunduhnya. Untuk full versionnya? Di bawah sini, nih, jawabanmu. Sambil kita simak dulu terkait peluncuran Demo, Full version, serta seluk beluk lainnya. Bersama narasumber Jonathan Purba, selaku Project Director WISGR. Bukan Vicky Prasetyo, ya. Dia masih berenang.

Sumber: https://www.instagram.com/guklabs/


Halo, Bang. Bagaimana, sih, Guklabs menanggapi apresiasi positif dan tentunya berbagai keluhan bugs (sesuatu yang kurang di software-nya) semenjak demo WISGR dirilis?

“Kami sangat antusias atas seluruh tanggapan dari para gamers, baik itu positif maupun negatif. Untuk hal positif kami merasa mendapat dukungan moril untuk segera mengeluarkan produksi pertama kami, sedangkan perihal bugs pada game, telah kami selesaikan sesaat setelah mendapatkan hal tersebut pada Demo WISGR.”


Waah. Trus, ini penting, nih. Kapan full version rilis, dan dipasarkan melalui platform apa, ya?

“Melihat tanggapan publik yang sangat antusias memainkan Demo WISGR, kami akan meluncurkan full versionnya pada pertengahan bulan maret 2018 (Asiiikk!). Tentunya para gamers yang antusias ini harus memiliki akun Steam dahulu, sebagai portal yang kami pilih menuju WISGR. Tetapi jika ingin menikmati demonya terlebih dahulu, bila langsung diunduh pada website resmi Guklabs.”


Menelusuri komentar-komentar di sosmed, dan sepertinya memang patut dipertanyakan sih, apakah ke depannya akan ada rencana untuk dibuat mobile gamingnya?

“Memang tidak dipungkiri kita memasuki zaman dimana smartphone merajai hidup manusia. Melihat akan hal itu, kami menegaskan bahwa saat ini berencana mengembangkan WISGR untuk perangkat keras lainnya. Tetapi belum pasti apakah itu untuk smartphone atau untuk game console.”


Siap. Ditunggu, looh. Haha. Lalu, bagaimana peluang WISGR, nih, menurut kawan-kawan dari Guklabs? Optimis menembus pasar games internasional?

Jelas. Menurut saya, peluang kami sangatlah besar. Di luar dukungan moril yang kami dapat, WISGR sendiri benar-benar memiliki banyak poin unik saat para player mulai memainkannya. Kami dapat memastikan para gamers tidak dapat menduga akan apa yang terjadi ketiga WISGR mulai dimainkan sampai terselesaikan.


Sukses, ya, Guklabs, dengan WISGR-nya!


Sumber: https://www.instagram.com/guklabs/



Yap, itu tadi sedikit cerita gue tentang games dan lika-likunya. Sebagai seorang yang tidak cukup berminat akan berperilaku layaknya gamers, WISGR membuat gue semangat ingin mengisi waktu luang dengan main game lagi. Seperti yang gue lakukan di masa-masa indah saat masih kecil dulu. Saat rasa jomblo masih manis-manis aja.

Mudah-mudahan ini juga dapat menjadi langkah awal agar sebagai lelaki, gue setidaknya suka nge-game. Tinggal mikirin gimana cara pendekatan terhadap sepak bola dan otomotif. Kalau pendekatan sama kamu sih, sudah lewat! Wahahaha.

Setelah full versionnya WISGR rilis, yuk mainin! Gue bakal review lagi kalau sudah mainin gamenya. Maklum, semangat, karena gamenya baru rilis. Kalau sudah terlanjur sejuta umat kayak Mobile Legend, biasanya gue memilih untuk menghindar dan main Flappy Bird dengan mengunduh secara ilegal.

Punya kenangan indah tentang game atau ketertarikanmu akan WISGR? Komen!







11 comments:

  1. banyaknya game luar yang lagi trending saat ini, tapi gue yakin, game buatan anak negeri kita ini bisa diakui dunia juga, semoga makin kreatif ya anak bangsa kita. GGWP game buatan anak bangsa

    ReplyDelete
    Replies
    1. Wooooh... semoga cepat menggantikan game asing yang lu mainin mulu. Wahahaha

      Delete
  2. Yauda kita main ama vicky prasetyo aja yuk.. Ehh.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Lahh... balesnya jauh amat ke sini๐Ÿ˜“

      Delete
    2. skali2 komen ngawur. wqwq. drpda sekedar, "nice info, gan!" hahaha :p

      Delete
  3. Saya termasuk nggak paham otomotif nih. :( Dari ketiga hal itu, cuma sepak bola dan game aja jadinya.

    Yeh, saya juga bisa main Harvest Moon sampai berhari-hari gitu. Harvest Moon PS2 bahkan bisa ganti bulan sekali main. Soalnya harinya cuma sampai 10. Wahaha.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Mending, lah. Masih bisa nyahut kalau orang udah ngomong, "Wahhh.. Si Gundul ditransfer ke klub Bebek. Harganya gak sepadan sama si Tompel" Gitu-gitu ._.

      Delete
  4. Jarang maen game juga,yg mobile ledgend saja gak ikut maen pdhl hampir setiap hp tmn2 pd install

    ReplyDelete
    Replies
    1. Gue pernah nginstal. Baru ditatap iconnya, belom dibuka, udah langsung uninstal :v

      Delete
  5. karena game jaman dulu mengutamakan gerak tubuh namun durasinya pendek. hari ini game mengutamakan kemampuan otak serta jari - jari namun seseorang dapat bermain hingga belasan jam. Tak heran semakin hari masa otak manusia semakin membesar, namun memiliki kecenderungan bertambah pendek.

    ReplyDelete
  6. Semoga ya kreator game Indonesia karyanya makin apik dan namanya jadi famous di dunia.
    Game otomotif ini kalo ponakanku samoe tauuu ... hmm, bakalan langsung dicari dan didonlod ... , maklum dia tuh game freak ๐Ÿ˜

    ReplyDelete

Eiits... jangan buru-buru exit dulu. Sebagai Pria Cakep Biasa, gue punya banyak cerita lain. Baca-baca yang lain juga ya... Terima kasih :)