PENERAPAN ETIKA MANAJEMEN SDM




ETIKA PENARIKAN DAN PENGEMBANGAN KARYAWAN

Berdasarkan pengertian dari dua pendapat (Cushway dan Schuler) bahwa MSDM merupakan aset perusahaan yang harus dijaga dengan cara memberikan keseimbangan hak dan kewajibannya sehingga kepentingan perusahaan dan MSDM tercapai.

Fungsi-fungsi MSDM
A.   Perencanaan untuk kebutuhan SDM Fungsi perencanaan kebutuhan SDM setidaknya meliputi dua kegiatan utama, yaitu: Perencanaan dan peramalan tenaga kerja serta Menganalisa jabatan sesuai uraian pekerjaan yang dibutuhkan perusahaan.

B.      Staffing, formasi SDM dalam perusahaan dengan cara:
1. Penarikan (rekrutmen) calon atau pelamar pekerjaan.
2. Pemilihan (seleksi) para calon atau pelamar yang dinilai paling memenuhi syarat.
Dua langkah ini bisa diambil dalam internal maupun eksternal calon tenaga kerja.

C.      Penilaian kinerja, bagian ini rawan terjadi konflik, terdiri dari dua kegiatan utama, yaitu:
1. Penilaian dan pengevaluasian perilaku pekerja.
2. Analisis dan pemberian motivasi perilaku pekerja.

D.      Perbaikan kualitas pekerja dan lingkungan kerja
Tiga kegiatan strategis, yaitu:
1. Menentukan, merancang dan mengimplementasikan program pelatihan dan pengembangan SDM guna meningkatkan kemampuan dan kinerja karyawan.
2. Memperbaiki kualitas lingkungan kerja, khususnya melalui kualitas kehidupan kerja dan program-program perbaikan produktifitas.
3. Memperbaiki kondisi fisik kerja guna memaksimalkan kesehatan dan keselamatan pekerja.
Salah satu outcome dari ketiga kegiatan strategis tersebut adalah peningkatan atau perbaikan kualitas fisik dan non-fisik lingkungan kerja.

E.       Pencapaian efektifitas hubungan kerja
Membuat standar bagaimana hubungan kerja yang efektif dapat diwujudkan, terdapat tiga kegiatan utama yang dilakukan, yaitu:
1. Mengakui dan menaruh rasa hormat (respek) terhadap hak-hak pekerja.
2. Melakukan tawar-menawar (bargaining) dan menetapkan prosedur bagaimana keluhan pekerja disampaikan.
3. Melakukan penelitian tentang kegiatan-kegiatan MSDM.

Kegiatan MSDM terdiri dari empat proses generik
Selection: Berkaitan dengan penyediaan staf dan pekerja yang akan mengisi berbagai formasi pekerjaan dan jabatan dalam organisasi.

Appraisal: Organisasi harus memiliki standar yang dapat dipakai sebagai ukuran dalam menentukan dan menilai apakah seorang pekerja memiliki kualitas kerja baik atau sebaliknya.

Rewards: untuk memotivasi pekerja organisasi menailiki skema (scheme) Yang dirupakan dalam bentuk gaji atau upah dan penghargaan lainnya.

Development: berupa pendidikan pelatihan serta program-program pengembangan SDM lainnya.


ETIKA HUBUNGAN KARYAWAN DENGAN PERUSAHAAN

Hal yang mengikat berbagai lapisan atau tingkat dalam organisasi (para pegawai dan manajer) dan mengatur semua individu tersebut ke dalam tujuan organisasi dan hierarki formal adalah kontrak.

Etika hubungan karyawan dengan perusahaan dimulai dari adanya kontrak antara kedua belah pihak, di dalamnya berisi klausal tentang hak dan kewajiban kedua belah pihak (perjanjian kotraktual). Semua isi kesepakatan tersebut menuntut kedua belah pihak untuk menjalankan tanggungjawabnya, pada sisi tanggung jawab inilah dinilai etika antara karyawan dan perusahaan dan begitu juga sebaliknya.

Kewajiban Pegawai Terhadap Perusahaan
Konflik Kepentingan
a. Mungkin bertentangan dengan kepentingan perusahaan.
b. Cukup substansial sehingga kemungkinan mempengaruhi penilaiannya sehingga tidak seperti yang diharapkan perusahaan.

Beberapa hal mengenai konflik kepentingan:

- Konflik kepentingan muncul saat kepentingan pribadi pegawai mendorongnya melakukan tindakan yang mungkin tidak baik bagi perusahaan.

- Konflik kepentingan muncul apabila pejabat atau pegawai suatu perusahaan juga bekerja atau menjadi konsultan perusahaan luar yang menjadi rekan atau pesaing perusahaan yang pertama.

- Konflik kepentingan bisa bersifat aktual (seseorang melaksanakan kewajibannya dalam suatu cara yang menggangu perusahaan dan melakukannya demi kepentingan pribadi) atau potensial (saat seseorang karena didorong oleh kepentingan pribadi, bertindak dalam suatu cara yang merugikan perusahaan).

Etis atau tidak etis konflik kepentingan potensial
1. Tergantung dimana penilaian pegawai dipengaruhi oleh kepentingan-kepentingan yang saling bertentangan
2. Tergantung pada psikologi dan tujuan pribadi pegawai, jabatannya dalam perusahaan dan sifat pekerjaanya

Insider Trading: Ilegal dan tidak etis; mencuri informasi dan memperoleh keuntungan yang tidak adil dari anggota masyarakat lain.
a. Informasi yang dimiliki pelaku insider trading bukan informasi yang merupakan miliknya
b. Tidak etis, karena informasi yang dimiliki insider juga sama sekali tidak fair
c. Tidak etis, merugikan semua orang dipasar saham pada khususnya dan masyrakat pada umumnya
d. Mengurangi ukuran pasar, sehingga menjadi kecil (penurunan likuiditas, naiknya variabilitas harga saham, penurunan kemapuan pasar untuk mendistribusikan resiko)
e. Menaikkan biaya pembelian dan penjualan saham

Kewajiban Pegawai Terhadap Perusahaan
A. Kewajiban Ketaatan: Karyawan melakukan perintah yang bermoral dan yang wajar saja serta menjalankan tugasnya yang sesuai dengan penugasan.

B. Kewajiban Konfidensialistis: Menyimpan informasi perusahaan sebab itu merupakan tindakan etis dan memenuhi ketentuan etika pasar bebas.

C. Kewajiban Loyalitas: Loyalitas merupakan konsekuensi bagi karyawan, tetapi loyalitas ini bisa hilang jika terjadi adanya konflik kepentingan.


Kewajiban Perusahaan Terhadap Perusahaan
Bertens, 2013
Menekankan pada perlakuan perusahaan kepada karyawan supaya tidak terjadi diskriminasi, penjaminan keselamayan dan kesehatan kerja, gaji yang adil dan jika ada pemutusan hubungan kerja harus sesuai dengan ketentuan perusahaan.

Velasquez, 2005
Menekankan pada Gaji, kesehatan dan keamanan kerja serta kepuasan kerja. Berbeda dengan pendapat Velasquez dua poin yakni pada ketentuan diksriminasi dan pemutusan hubungan kerja.


Hak Pegawai, Velasquez (2005)
1. Hak Privasi
Hak individu untuk menentukan apa, dengan siapa dan seberapa banyak informasi tentang dirinya yang boleh diungkapkan pada orang lain. Hak privasi ada dua yaitu privasi psikologis yang berkaitan dengan pemikiran, rencana, keyakinan, nilai, perasaan, dan keinginan seseorang. Dan privasi fisik yaitu privasi yang berkaitan dengan aktivitas-aktivitas fisik seseorang khususnya yang mnegungkapkan kehidupan pribadi seseorang dan aktivitas-aktivitas fisik yang secara umum dianggap sebagai aktivitas pribadi.

2. Kebebasan Suara Hati
Berasal dari kepentingan individu untuk berpegang pada keyakinan religius atau moral biasanya melihat hak ini sebagai suatu yang mengikat secara mutlak dan hanya dapat dilampaui dengan akibat-akibat psikologis yang cukup berat.

3. Whistleblowing
Suatu usaha yang dilakukan oleh seseorang anggota atau mantan anggota suatu organisasi yang bersangkutan.

4. Hak untuk Berpartisipasi dan Manajemen Partisipatif
Dikatakan memiliki hak berpartisipasi dalam pengambilan keputusan. Pengambilan keputusan biasanya memiliki dua karakteristik yakni yang berpengaruh pada kelompok dan ditetapkan setelah dilaksanakan diskusi yang menyeluruh.

5. Hak Atas Proses yang Layak dan PSHK Sepihak
Hak proses yang layak mengacu pada proses yang adil saat para pembuat keputusan menetapkan sanksi pada bawahan.

6. Hak Pegawai dan Penutupan Pabrik
Pertimbangan akan masalah keadilan selama pengoperasian pabrik harus memperoleh jamninan dari perusahaan bahwa mereka tidak kehilangan hak pension, tunjangan kesehatan dan ketergantungan komunitas pada hasil pajak.

7. Serikat Pekerja dan Hak untuk Berorganisasi
Pegawai berhak bebas menjalin hubungan satu sama lain dan membentuk serta menjalankan serikat pekerja untuk mencapai tujuan-tujuan yang secara moral sah.



 WHISTLEBLOWING

Definisi whistleblowing
Velasquez (2005)
Suatu usaha yang dilakukan oleh seorang atau mantan anggota suatu organisasi untuk mengungkapkan kesalahan atau aktivitas merugikan yang dilakukan organisasi yang bersangkutan.

Bertens (2013)
Menarik perhatian dunia luar dengan melaporkan kesalahan yang dilakukan oleh sebuah organisasi.

Penilaian whistleblower
a. Whistlerblower dari sudut pandang positif
Dipuji sebab menempatkan nilai-nilai moral yang benar tapi ada resiko terhadap dirinya yakni pemutusan hubungan kerja.

b. Whistleblower dari sudut pandang negatif
Dicap sebagai pengkhianat, sebab mengungkapkan kekurangan dari perusahaan sehingga bisa merugikan perusahaan.

Mengatasi dan melindungi whistleblower
a. Di Amerika memiliki undang-undang untuk melindungi Whistleblower, Presiden Ronald Reagan memveto “Whistle Blower Protection Act” (1998), karena hal ini dikhawatirkan pengaruh negatifnya terhadap bisnis Amerika.

b. Untuk mengatasi masalah ini, banyak perusahaan menerapkan program-program yang memberikan saluran dan prosedur yang mendukung whistleblowing internal.

Contoh:
FMC Technologies mendirikan “Ethics hotline” yaitu sebuah nomor telepon bebas pulsa yang mana pegawai dapat menyampaikan laporan tentang terjadinya pelanggaran hukum ataupun pelanggaran etika pada seseorang dalam organisasi tersebut.


CONTOH KASUS PENERAPAN ETIKA MSDM
1. Kasus Worldcom
Dalam laporan keuangan WorldCom’s, Scott Sullivan memindahkan $400 juta dari reserved account ke income. Selain itu Scott Sulivan selama bertahun-tahun melaporkan triliunan dolar biaya operasi sebagai “capital expenditure”. Scott Sullivan dibantu oleh firm accounting dan auditor terkenal Arthur Andersen. Scott Sullivan pernah mendapat penghargaan sebagai Best CFO oleh CFO magazine tahun 1998.

2. Kasus Enron
Pada terbitan April 2001, majalah Fortune menjuluki Enron sebagai perusahaan paling innovative di Amerika yang disebut “Most Innovative” dan menduduki peringkat 7 besar perusahaan di Amerika. Enam bulan kemudian pada Desember 2001Enron diumumkan bangkrut. Kejadian ini dijuluki sebagai “Penipuan accounting terbesar di abad ke 20”. Dua belas ribu karyawan kehilangan pekerjaan, pemegang saham-saham Enron kehilangan US$ 70 triliun dalam sekejap ketika nilai sahamnya turun menjadi nol.

Andrew Fastow, Chief Financial officer bekerja sama dengan akuntan publik Arthur Andersen, memanfaatkan celah di bidang akuntansi yaitu, dengan menggunakan “special purpose entity” karena aturan accounting memperbolehkan perusahaan untuk tidak melaporkan keuangan special purpose entity bila ada pemilik saham independent dengan nilai minimum 3%. Dengan special purpose entity tadi, kemudian mereka meminjam uang ke bank dengan menggunakan jaminan saham Enron, uang hasil pinjaman tersebut digunakan untuk menghidupi bisnis Enron.

3. Pelanggaran etika bisnis terhadap hukum
Sebuah perusahaan X mengalami kondisi perusahaan yang pailit dan akhirnya memutuskan untuk melakukan PHK kepada karyawannya. Namun dalam melakukan PHK tersebut perusahaan sama sekali tidak memberikan pesongan sebagaimana yang diatur dalam UU No. 13/2003 tentang ketenagakerjaan. Dalam kasus ini perusahaan X dapat dikatakan melanggar prinsip kepatuhan terhadap hukum.

4. Pelanggaran etika bisnis terhadap transparansi
Sebuah yayasan X menyelenggarakan pendidikan setingkat SMA, pada tahun ajaran baru sekolah mengenakan biaya sebesar Rp500.000,- kepada setiap siswa baru. Pungutan sekolah ini sama sekali tidak diinformasikan kepada mereka saat akan mendaftar, sehingga setelah diterima di sekolah tersebut mau tidak mau mereka harus membayar.

5. Pelanggaran etika bisnis terhadap prinsip pertanggungjawaban
Sebuah perusahaan PJTKI di Jogja melakukan rekrutmen untuk tenaga baby sitter. Dalam pengumuman dan perjanjian dinyatakan bahwa perusahaan berjanji akan mengirimkan calon TKI setelah 2 bulan mengikuti training dan dijanjikan akan dikirim ke negara-negara tujuan.
Bahkan perusahaan tersebut menjanjikan bahwa segala biaya yang dikeluarkan pelamar akan dikembalikan jika mereka tidak jadi berangkat ke negara tujuan. Bagi yang terarik dengan tawaran tersebut langsung mendaftar dan mengeluarkan biaya sebanyak Rp7 juta untuk ongkos administrasi dan pengurusan visa dan paspor.

Namun setelah 2 bulan training, calon TKI tak kunjung diberangkatkan, bahkan hingga satu tahun tidak ada kejelasan. Ketika dikonfirmasi perusahaan PJTKI itu selalu berkilah ada penundaan hal ini dilakukan terus menerus.

Dari kasus ini dapat disimpulkan bahwa perusahaan PJTKI tersebut telah melanggar prinsip pertanggungjawaban dengan mengabaikan hak-hak calon TKI untuk bekerja.


PENERAPAN ETIKA MANAJEMEN SDM PENERAPAN ETIKA MANAJEMEN SDM Reviewed by STARA GROUP on December 16, 2019 Rating: 5

No comments

Eiits... jangan buru-buru exit dulu. Sebagai Pria Cakep Biasa, gue punya banyak cerita lain. Baca-baca yang lain juga ya... Terima kasih :)

Featured Posts

[Blogger][feat1]